Home Megapolitan Gubernurnya Bingung, DPRD Buka Suara: Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta Rp5.000 Masih Jadi Perdebatan Sengit
Megapolitan

Gubernurnya Bingung, DPRD Buka Suara: Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta Rp5.000 Masih Jadi Perdebatan Sengit

Bagikan
Kenaikan Tarif TransJakarta
Wacana kenaikan tarif TransJakarta (TransJ) memecah pendapat publik, membuat Gubernur DKI Pramono Anung bimbang. Sementara Direksi TransJ ungkap subsidi turun drastis, Gerindra menilai tarif Rp5.000 masih terjangkau.Foto:Unsplash @ Predamas Giffary
Bagikan

Keputusan Sulit Gubernur Pramono: Antara Subsidi dan Suara Warga

Finnews.id – Rencana penyesuaian tarif bus TransJakarta (TransJ) dari Rp3.500 masih menjadi isu hangat dan belum menemui titik terang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka mengakui kebimbangannya dalam mengambil keputusan, sebab rencana ini telah memicu pro dan kontra yang terbelah di ruang publik.

“Saya lagi betul-betul mempertimbangkan, nanti pada saatnya saya putuskan yang terbaik untuk kita semua,” kata Pramono, pada Senin 10 Novemer 2025 lalu.

Pramono mengaku menerima masukan secara adil dan terbuka melalui media sosialnya, mengonfirmasi bahwa reaksi publik terhadap wacana kenaikan tarif ini memang terbagi rata. Kebimbangan ini mencerminkan dilema yang harus dihadapi Pemprov DKI, yaitu menyeimbangkan keberlanjutan operasional dengan daya beli masyarakat.

Alasan Kenaikan: Jurang Antara Biaya dan Subsidi yang Menipis

Wacana kenaikan tarif ini bukan muncul tanpa alasan. Pihak PT Transjakarta mengungkapkan bahwa usulan penyesuaian tarif adalah langkah wajar karena tekanan fiskal yang dialami Pemprov DKI.

Salah satu pemicu utama adalah pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat. Pemotongan ini mengurangi kapasitas anggaran Pemprov, sehingga subsidi transportasi harus dievaluasi.

Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyebutkan bahwa subsidi per pelanggan terus menurun setiap tahun. Jika pada tahun 2022 subsidi per penumpang mencapai Rp16 ribu, angka tersebut turun menjadi Rp9.700 pada tahun 2024. Sementara itu, tarif riil TransJakarta tanpa subsidi saat ini sudah mencapai sekitar Rp13.000 per penumpang.

Tingginya selisih antara tarif yang dibayarkan warga (Rp3.500) dengan biaya operasional asli (Rp13.000) menciptakan beban anggaran yang sangat besar dan dinilai tidak sustainable atau berkelanjutan.

Gerindra DKI Minta Kepastian: Angka Rp5.000 Dianggap Ideal

Di tengah kebimbangan Gubernur, partai politik di DPRD DKI mulai bersuara memberikan pandangan. Fraksi Gerindra DKI Jakarta menjadi salah satu pihak yang mendukung adanya penyesuaian tarif ini.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Megapolitan

Upaya Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta, DKI Akan Bangun 2 Flyover Baru 

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan dua jalan layang baru...

Megapolitan

Pramono Gelar Town Hall PPSU, Dorong Kinerja Lebih Profesional dan Transparan

finnews.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar forum town hall meeting...

Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Rapat Khusus Atasi Ledakan Ikan Sapu-Sapu

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar rapat khusus dalam waktu...

Megapolitan

Warga Diminta Setop Kasih Uang ke Jukir Liar di Blok M!

finnews.id – Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran mengimbau...