Home Internasional Ribuan Orang Terkubur di Reruntuhan Gaza, Warga Berjuang dalam Operasi Penyelamatan
Internasional

Ribuan Orang Terkubur di Reruntuhan Gaza, Warga Berjuang dalam Operasi Penyelamatan

Bagikan
reruntuhan Gaza
Reruntuhan Gaza, Image: Hosnysalah / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Sejak gencarnya konflik terbaru, Gaza kini menghadapi bencana terbesar dalam sejarah modern wilayah itu. Warga setempat harus berjuang melalui reruntuhan Gaza seluas 61 juta ton, 20 kali lebih banyak dibandingkan total reruntuhan konflik lain sejak 2008. Di bawah timbunan material yang hancur, ribuan orang diduga masih terkubur, menunggu operasi penyelamatan yang penuh risiko, menurut laporan The Guardian dan Haaretz.

Skala Reruntuhan Gaza yang Belum Pernah Terjadi

Reruntuhan Gaza bukan sekadar puing bangunan. Dengan 61 juta ton material, ini setara dengan 20 kali lipat reruntuhan dari semua konflik sejak 2008, menurut laporan France 24 dan NDTV. Jalan-jalan, rumah, sekolah, dan fasilitas publik hancur, membentuk lanskap kota yang nyaris tak dikenali.

Ahli konstruksi dan tim penyelamat menyebut operasi ini salah satu upaya pemulihan paling berat di era modern, seperti yang dilaporkan Middle East Eye. Banyak titik reruntuhan sangat rapuh, membuat proses evakuasi korban menjadi lambat dan berbahaya. Setiap langkah salah bisa menyebabkan runtuhan tambahan, yang berarti nyawa bisa terancam.

Ribuan Orang Masih Terkubur

Sumber setempat memperkirakan ribuan orang masih tertimbun reruntuhan Gaza, termasuk anak-anak dan lansia. Hingga kini, jumlah korban tewas belum dapat terkonfirmasi, karena pencarian terus berjalan dan beberapa korban mungkin selamat tetapi terjebak, menurut The Guardian dan Haaretz.

Warga lokal, relawan, dan organisasi kemanusiaan bekerja siang malam. Mereka menggunakan alat manual, buldoser, bahkan tangan kosong untuk mencari yang hilang. Salah satu saksi mata menceritakan, “Kami berjuang setiap detik. Setiap orang yang berhasil diselamatkan adalah harapan baru bagi kami.”

Kompleksitas Operasi Penyelamatan

Selain bahaya reruntuhan, operasi penyelamatan di Gaza menghadapi kendala listrik, air bersih, dan aksesibilitas. Beberapa titik terisolasi membuat tim penyelamat harus melakukan improvisasi, termasuk membangun jalur darurat untuk membawa korban ke fasilitas medis terdekat.

Anggota milisi lokal dan pekerja dari negara tetangga turut membantu pencarian. Koordinasi antara kelompok-kelompok ini menjadi kunci agar operasi berjalan aman dan efektif, meskipun tekanan dan ketegangan tetap tinggi.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Thailand Kucurkan Pinjaman US$12,2 Miliar: Upaya Selamatkan Ekonomi dari Badai Timur Tengah

finnews.id – Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui paket pinjaman darurat...

Internasional

Musk Bayar Denda US$1,5 Juta, Akhiri Drama Gugatan Saham Twitter

finnews.id – Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengakhiri...

Internasional

Tantang UPS dan FedEx, Amazon Buka Layanan Rantai Pasok untuk Bisnis Lain

finnews.id – Amazon mengambil langkah besar yang berpotensi mengubah peta industri pengiriman...

Internasional

Terbang Makin Nyaman !! Singapore Airlines Gunakan Starlink untuk Wi-Fi Pesawat

finnews.id – Maskapai penerbangan Singapore Airlines, umumkan rencana menghadirkan layanan internet berkecepatan...