Home News Wanita Muslim Diserang di Perpustakaan Kota Toronto, Jilbab Ditarik dan Dibakar
News

Wanita Muslim Diserang di Perpustakaan Kota Toronto, Jilbab Ditarik dan Dibakar

Bagikan
wanita jilbab
Ilustrasi wanita jilbab. (istock)
Bagikan

finnews.id – Seorang Wanita muslim berjilbab diserang saat sedang belajar di perpustakaan di Harwood Avenue di Kota Toronto, Kanada, pada Sabut lalu.

Menurutu polisi setempat, pelaku memaki-maki Wanita muslim dan melemparnya dengan benda-benda mengenai kepalanya. Tidak hanya itu, pelaku juga menarik jibab korban dan berusaha membakarnya.

“Wanita itu mulai meneriaki korban dengan kata-kata kotor dan melemparkan benda ke kepalanya,” kata polisi dalam rilis, dirilis pada Selasa 25 Maret 2025.

“Tersangka kemudian mencoba melepaskan jilbab korban, sambil menuangkan cairan yang tidak diketahui ke atasnya. Tersangka kemudian mengambil korek api dan mencoba membakar jilbab itu,” tambahnya.

Petugas keamanan di perpustakaan yang mendengar teriakan korban meminta tolong, lalu bergegas menangkap pelaku.

Pelaku kemudian melarikan diri dari perpustakaan, tetapi ditangkap beberapa jam kemudian dan ditahan.

Polisi telah mengidentifikasi tersangka sebagai Kaley-Ann Freier yang berusia 25 tahun dari Ajax. Dia merupakan tahanan rumah yang baru saja dilepas dalama kasus mengancam seorang pria dengan pisau model parang pada Oktober 2024 lalu.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang berupaya untuk menentukan apakah bukti yang mereka miliki memenuhi ambang batas agar serangan tersebut dianggap bermotif kebencian.

Pada hari Senin, Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), bersama dengan wali kota Ajax dan anggota dewan, bersatu untuk mengutuk tindakan rasisi tersebut terlbih terjadi pada Ramadan.

Kepala operasi NCCM, Omar Khamissa, mengatakan kepada wartawan bahwa dia kesal karena jenis serangan ini masih terjadi.

“Kanada adalah negara dengan jumlah kematian tertinggi di antara negara-negara G7 terkait dengan kematian akibat Islamofobia. Apa yang terjadi pada hari Sabtu dapat dengan mudah meningkatkan jumlah tersebut,” kata Khamissa.

“Ini adalah masalah darurat, tidak hanya bagi komunitas kami, tetapi juga bagi semua orang yang ingin hidup di Kanada tanpa kebencian.” Demikian dikutip dari citynews.ca. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto
News

Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana, Masyarakat Bisa Hadir Tanpa Daftar

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengadakan open house (gelar griya) di Istana...

Sejumlah pesawat penerbangan saat melakukan lepas landas di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul Maarif
News

47 Pesawat Berputar di Udara Akibat Kebakaran di Sekitar Bandara Soetta

finnews.id – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav...

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) saat menghadiri peluncuran Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak di halaman samping Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3/2025).
News

Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres Halalbihalal di Istana

finnews.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengundang para mantan presiden dan...

prabowo minta penembakan wni di malaysia diinvestigasi
News

Prabowo dan Gibran Dijadwalkan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal Jakarta

finnews.id – Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menyatakan Presiden Prabowo Subianto...