Home Viral Aksi Premanisme Berkedok THR di Pasar Induk Cibitung Bekasi Viral di Media Sosial
Viral

Aksi Premanisme Berkedok THR di Pasar Induk Cibitung Bekasi Viral di Media Sosial

Bagikan
Aksi Premanisme Berkedok THR di Pasar Induk Cibitung Bekasi Viral
Aksi Premanisme Berkedok THR di Pasar Induk Cibitung Bekasi Viral
Bagikan

finnews.id – Sebuah video yang menampilkan seorang pria berseragam cokelat layaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) meminta tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp200.000 kepada pedagang di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial.

Aksi ini menuai kecaman dari netizen dan memunculkan kekhawatiran akan maraknya praktik premanisme yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Video berdurasi kurang dari satu menit tersebut diunggah oleh akun TikTok @hany_9428 pada Minggu (23/3/2025).

Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria mendatangi kios-kios pedagang satu per satu sambil membawa lembar kuitansi bertuliskan “Pembayaran Retribusi Keamanan.”

Pria tersebut mengklaim bahwa pungutan tersebut merupakan kewajiban pedagang untuk menjaga ketertiban pasar.

Namun, para pedagang mengaku bahwa ini hanyalah modus pemerasan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kebiasaan ini sudah terjadi sejak empat tahun lalu. Dulu kami tidak berani melawan atau memviralkan karena takut diintimidasi,” ujar seorang pedagang dalam video.

Respon Bupati Bekasi

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa pria dalam video tersebut bukanlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

“Oh bukan. Saya yang jamin itu bukan dari pemda,” kata Ade usai menghadiri penutupan Festival Ramadan di Tambun, Bekasi, Minggu (23/3/2025).

Meski demikian, Bupati belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kasus ini.

Modus dan Intimidasi

Pedagang mengungkapkan bahwa oknum tersebut sering kali datang dengan nada bicara tinggi dan bahkan dalam keadaan mabuk.

Mereka juga mengaku diancam jika menolak memberikan uang.

“Kadang datang sambil mabuk. Nada bicaranya tinggi, kami jadi takut. Mau lapor juga bingung, karena mereka mengaku dari Pemda,” keluh seorang pedagang.

Dalam kuitansi yang beredar, tertera nama penerima atas nama Agus Sodri dengan nilai pembayaran Rp200.000.

Pedagang menegaskan bahwa ini bukanlah retribusi resmi, melainkan bentuk pemerasan yang meresahkan.

Dukungan Gubernur Jawa Barat

Sejak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa warga dipersilakan merekam aksi-aksi ormas atau pihak mana pun yang melakukan pemaksaan atau premanisme, para pedagang mulai berani bersuara.

Bagikan
Artikel Terkait
Yakuza Maneges terus aktif melakukan sosialisasi untuk mengubah bahwa hati dan aksi mereka tetaplah untuk kemaslahatan masyarakat Kediri.
LifestyleViral

Bukan Geng Kriminal! Inilah Wajah Asli ‘Yakuza’ Kediri yang Bikin Publik Tercengang dan Terinspirasi!

Finnews.id – Lifestyle   Mendengar nama “Yakuza”, bayangan kita pasti berdetak pada organisasi...

Link video "Guru Bahasa Inggris dan Murid" lagi ramai menjadi perbincangan, bahkan pencarian di media sosial.
Viral

Jangan Tergiur Iming-iming Link Viral Guru dan Murid! Terbongkar Bahaya Tersembunyi di Baliknya

Finnews – Jakarta – Viral  Jagat media sosial kembali digegerkan dengan narasi...

Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi "Kairi" Rayosdelsol, kini melampaui batas layar smartphone.
Musik dan FilmSportsViral

Bukan Sekadar Game! Film Debut ‘Nobody Loves Kay’ Ungkap Perjuangan Berdarah-darah Kairi Jadi Raja Esports Dunia!

Finnews.id – ESPORTS – Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi...

Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati.Tersangka Asyhari (51 tahun)
Viral

Perintah Guru Cabul Pesantren Ndolo Kusumo untuk Cabuli Santriwatinya Terungkap

Finnews.id – Jakarta – Tabir kepalsuan yang selama ini disimpan Pesantren Ndolo...