Sejalan dengan transformasi Beyond Mortgage, bank pelat merah ini ingin terus memperluas layanan finansial. Mulai dari KPR, pembiayaan kendaraan, kredit multiguna, tabungan, wealth management, hingga layanan digital melalui bale by BTN. Melalui berbagai layanan tersebut, BTN ingin menjadi mitra finansial yang mendampingi perjalanan hidup nasabah, mulai dari membangun karier, memiliki rumah, membesarkan keluarga, hingga mempersiapkan masa pensiun.
“Sebab, kebutuhan finansial dokter spesialis tentu berbeda dengan perawat yang baru memulai karier maupun pegawai rumah sakit yang tengah mempersiapkan masa pensiun,” jelas Nixon.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUP Fatmawati dr. Wahyu Widodo, Sp.OT(K) menyambut baik kolaborasi dengan BTN tersebut. Menurut dia, kesehatan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung transformasi rumah sakit. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental yang turut dipengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan.
“Pengelolaan keuangan yang baik dapat menunjang kesehatan mental kita. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar expo, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui edukasi dan workshop,” ujar Wahyu.
Dia berharap, Fatmawati BTN Lifestyle Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang promosi produk dan layanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan memberikan edukasi praktis kepada karyawan sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh insan RSUP Fatmawati.
Wahyu menambahkan, kesehatan keuangan organisasi juga menjadi salah satu prasyarat penting bagi keberlanjutan rumah sakit. Meski bisnis utama rumah sakit adalah pelayanan kesehatan, pengelolaan keuangan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan organisasi.
Mulai dari jumlah pasien, layanan yang diberikan, kebutuhan pegawai, hingga biaya operasional rumah sakit, seluruhnya berkaitan dengan data keuangan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi manajemen dalam mengambil keputusan dan menyusun rencana pengembangan rumah sakit.