“Nur Hasikin Siti Rohaya, dua remaja paling aktif, Saya yakin dan percaya, belajar Banten jiwanya sportif terima kasih,” pungkas Andra.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten, Awal Pasenggong, mengatakan turnamen FIN Super League 2026 mengusung tiga prinsip, yakni merata, gratis, serta berjenjang dan berprestasi.

“Merata. Peserta kompetisi ini ada empat perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dari jenjang SMA, SMK, dan MA. Tujuannya agar pembinaan tidak terpusat di suatu kota, tetapi merata di delapan kabupaten/kota,” jelas Awal Pasenggong.

Selanjutnya, kata dia, kegiatan tersebut digelar secara gratis tanpa dipungut biaya. Hal ini merupakan komitmen Asosiasi Futsal Provinsi Banten dalam membina talenta-talenta muda dan mengembangkan ekosistem futsal di Banten.

“Sehingga, kami tidak membebankan biaya kepada teman-teman sekolah, pelajar di sekolah yang mengikuti jenjang futsal ini,” tuturnya.

Terkait prinsip berjenjang dan berprestasi, Awal menyebut Provinsi Banten telah menorehkan sejumlah prestasi.

“Di antaranya, kita telah beberapa kali mengantarkan talenta-talenta muda yang berprestasi di tingkat nasional, di antaranya putra dan putri,” katanya.

“Sehingga, ini menjadi ajang bagi kita untuk melihat bagaimana ke depan kita bisa meningkatkan prestasi-prestasi yang ada di Provinsi Banten agar bisa berlaga di tingkat nasional,” tutur Awal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekjen Federasi Futsal Indonesia, Budin Swtiawan. Direkturf fin.co.id Verry Madur. Kedua KONI Banten, Kepala Dinas Pendidikan, Jamaludin. PLT Ketua Harian PSSI Banten, Pilar Saga, Kadispora Kota Tangerang, Kaonang, Kadis Prov Banten, Ahmad Syaukani.

Adapun kegiatan ini disponsori oleh: PLN, Banks Syariah Indonesia (BSI), BTN, Telkom Indonesia, Pertamina Gas Negara, Imata Communication, Box to Box, Cleo, Bank Banten, J&T Kargo, Waringin Hospital Hotel, Masa Agung Jaya, Ancon, Lorin, Astra. (*)