Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten, Awal Pasenggong, menjelaskan FIN Super League 2026 mengusung tiga prinsip, yakni merata, gratis, serta berjenjang dan berprestasi.
Prinsip pemerataan diterapkan dengan melibatkan perwakilan dari delapan kabupaten/kota di Banten. Peserta berasal dari jenjang SMA, SMK, dan MA agar kesempatan mengikuti kompetisi tidak hanya dinikmati pelajar dari daerah tertentu.
“Merata. Peserta kompetisi ini ada empat perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dari jenjang SMA, SMK, dan MA. Tujuannya agar pembinaan tidak terpusat di suatu kota, tetapi merata di delapan kabupaten/kota,” jelas Awal Pasenggong.
Selain membuka kesempatan secara merata, penyelenggaraan turnamen ini juga tidak membebankan biaya kepada sekolah maupun pelajar peserta.
“Sehingga, kami tidak membebankan biaya kepada teman-teman sekolah, pelajar di sekolah yang mengikuti jenjang futsal ini,” tuturnya.
Awal menambahkan, prinsip berjenjang dan berprestasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet agar mampu melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Banten, kata dia, telah beberapa kali mengantarkan atlet muda putra dan putri untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional.
“Di antaranya, kita telah beberapa kali mengantarkan talenta-talenta muda yang berprestasi di tingkat nasional, di antaranya putra dan putri,” katanya.
Melalui FIN Super League 2026, AFP Banten berharap proses penjaringan dan pembinaan talenta muda semakin optimal sehingga lebih banyak atlet daerah berkesempatan tampil di level nasional.
“Sehingga, ini menjadi ajang bagi kita untuk melihat bagaimana ke depan kita bisa meningkatkan prestasi-prestasi yang ada di Provinsi Banten agar bisa berlaga di tingkat nasional,” tutur Awal.
Adapun kegiatan ini disponsori oleh: PLN, Banks Syariah Indonesia (BSI), BTN, Telkom Indonesia, Pertamina Gas Negara, Imata Communication, Box to Box, Cleo, Bank Banten, J&T Kargo, Waringin Hospital Hotel, Masa Agung Jaya, Ancon, Lorin, Astra. (*)