Samsung juga mulai membawa pengalaman videografi yang lebih serius melalui kehadiran mode LOG dengan dukungan 4 LUT. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan color grading langsung dari smartphone dengan hasil yang lebih fleksibel dan profesional.
Ditambah aperture f/1.4, video yang dihasilkan memiliki efek bokeh lebih natural dan cinematic, membuat konten traveling terasa lebih premium meski direkam hanya menggunakan smartphone.
Tidak berhenti di proses pengambilan gambar, Samsung juga memperkuat pengalaman editing melalui Galaxy AI. Lewat fitur Photo Assist, pengguna cukup mengetik perintah sederhana seperti “hapus orang di belakang” atau “ubah langit jadi sunset”, lalu AI akan langsung memproses edit secara otomatis.
Pendekatan ini membuat proses editing terasa jauh lebih cepat, terutama untuk pengguna yang ingin langsung upload konten tanpa harus membuka aplikasi tambahan.
Dalam konteks traveling modern, fitur-fitur seperti ini terasa semakin relevan karena banyak pengguna kini lebih memilih perangkat yang praktis namun tetap mampu menghasilkan kualitas visual tinggi.
Smartphone tidak lagi hanya digunakan untuk dokumentasi cepat, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai perangkat utama produksi konten.
Galaxy S26 Ultra sendiri terlihat diarahkan guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Kombinasi kamera 200MP, Nightography terbaru, stabilisasi video bahkan hingga fitur editing berbasis AI membuat pengalaman membuat konten traveling lebih terasa sederhana tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.