Home Tekno AMAZING! Inilah Teknologi ‘Monster’ di Balik Artemis II, Mesin Paling Powerfull yang Pernah Manusia Ciptakan
Tekno

AMAZING! Inilah Teknologi ‘Monster’ di Balik Artemis II, Mesin Paling Powerfull yang Pernah Manusia Ciptakan

Bagikan
Inilah Teknologi 'Monster' di Balik Artemis II, Mesin Paling Powerfull yang Pernah Manusia Ciptakan
Misi manusia ke bulan, Artemis II diluncurkan oleh NASA - AntaraNews -
Bagikan

finnews.id – Era baru penjelajahan ruang angkasa resmi dimulai dengan kekuatan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya. NASA baru saja meluncurkan misi Artemis II dari Kennedy Space Center, Florida, Rabu (1/4/2026) malam. Bukan sekadar misi berawak biasa, peluncuran ini merupakan panggung unjuk gigi bagi teknologi propulsi dan navigasi mutakhir yang akan mengubah cara manusia menjangkau benda langit.

Fokus utama dalam misi ini adalah Space Launch System (SLS), sebuah mahakarya engineering yang menjadi tulang punggung eksplorasi luar angkasa modern. SLS bukan hanya roket besar; ini adalah “monster” setinggi 32 lantai yang didesain khusus untuk membawa manusia keluar dari orbit rendah Bumi menuju ruang angkasa dalam (deep space).

Dapur Pacu SLS: Tenaga 3.600 Ton yang Menggetarkan Bumi

Secara teknis, kekuatan SLS berada di luar nalar. Konfigurasi roket ini menggunakan empat mesin utama berperforma tinggi yang didukung oleh dua pendorong (booster) bahan bakar padat masif. Setiap booster terdiri dari lima segmen yang mampu membakar jutaan liter propelan dalam hitungan detik.

Kombinasi ini menghasilkan gaya dorong maksimum yang luar biasa, mencapai lebih dari 3.600 ton gaya saat lepas landas. Kekuatan dahsyat ini mutlak diperlukan untuk melepaskan wahana antariksa dari tarikan gravitasi Bumi yang sangat kuat dengan membawa muatan berat. Tahap inti roket (core stage) berfungsi layaknya tangki raksasa yang menyimpan hidrogen cair dan oksigen cair pada suhu kriogenik ekstrem untuk memberi makan mesin-mesin haus energi tersebut.

“Kombinasi ini menghasilkan gaya dorong yang diperlukan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi dengan muatan yang signifikan,” tulis laporan teknis spesifikasi kendaraan peluncuran tersebut.

Modul Orion: Komputer Canggih dan Sistem Pendukung Kehidupan

Di puncak roket SLS, bertengger kapsul Orion, kendaraan eksplorasi yang menjadi tempat berlindung bagi empat astronaut: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Di sinilah teknologi navigasi tercanggih disematkan. Berbeda dengan misi Apollo masa lalu, Orion dilengkapi dengan antarmuka kru modern dan sistem komunikasi laser berkecepatan tinggi.

Salah satu komponen paling kritikal pada Orion adalah European Service Module (ESM). Modul ini merupakan hasil kolaborasi internasional yang diproduksi oleh Airbus di Bremen, Jerman. ESM bertindak sebagai “jantung” yang menyediakan tenaga pendorong, daya listrik, pengaturan suhu, hingga suplai oksigen dan air bagi para astronaut selama 10 hari perjalanan.

Yang lebih gila lagi, ESM menggunakan 33 mesin berbeda untuk bermanuver, termasuk satu mesin manuver orbit yang diadopsi dari pesawat ulang-alik (space shuttle) yang telah dipensiunkan. Teknologi ini memungkinkan kru untuk mengambil alih kontrol secara manual dan menerbangkan Orion pada bagian-bagian tertentu dalam perjalanan mengelilingi Bulan.

Uji Coba Ekstrem di Jarak 406.000 Kilometer

Misi Artemis II dirancang sebagai ujian ketahanan teknologi. Para astronaut akan menempuh jarak sekitar 252.000 mil atau 406.000 km dari Bumi. Ini adalah titik terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa. Fokus teknis utamanya adalah menguji life support system atau sistem pendukung kehidupan dalam kondisi hampa udara yang ekstrem.

Selama sepuluh hari, sistem navigasi dan manuver kedekatan orbital (proximity maneuvers) akan diuji habis-habisan. Keberhasilan pengujian teknologi ini akan menjadi standar baru dan fondasi bagi NASA untuk membangun pangkalan permanen di Bulan, serta persiapan misi berawak pertama ke Mars pada dekade 2030-an mendatang.

Eksplorasi ini juga menjadi pembuktian bagi Amerika Serikat di tengah persaingan ketat dengan Cina yang juga berencana mendaratkan manusia di Bulan pada akhir 2030. Dengan teknologi SLS dan Orion, NASA telah menetapkan standar baru dalam perlombaan teknologi antariksa global. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Tekno

Poco X8 Pro Resmi Meluncur! Performa Flagship Harga Rp4 Jutaan, Ada Edisi Khusus Iron Man

finnews.id – Poco kembali menggebrak pasar smartphone tanah air. Hari ini, Kamis...

Vivo X300 Series
Tekno

Gahar! vivo X300 Bawa Kamera ZEISS 200MP dan Chipset Dimensity 9500

finnews.id – vivo kembali menggebrak pasar smartphone flagship dengan merilis vivo X300....

Tekno

Baru Lagi, Motor Listrik China ini Resmi Masuk Indonesia

Finnews.id – Persaingan motor listrik di Indonesia semakin ketat. Kini produsen motor...

Tekno

Dobrakan Baru: WhatsApp Kini Hadir di Smartwatch Garmin, Balas Pesan Makin Praktis

finnews.id  – Produsen perangkat wearable terkemuka, Garmin, resmi mengumumkan integrasi aplikasi WhatsApp...