Bakarnya dua cara: pakai arang seperti sate atau pakai bejana: adonan dimasukkan ke dalam bejana yang amat panas. Seperti bikin roti chanai. Saya minta dua-duanya. Ingin membandingkannya.
Meski di situ ada meja plastik saya pilih ikut cara orang di sana: duduk di lantai. Keramik. Berdebu. Tanpa alas. Hanya untuk tempat makanannya dihampari plastik tipis.
Anda sudah tahu selebihnya: nampan besar disajikan. Diletakkan di atas plastik itu. Isi nampan: nasi mandhi, kambing bakar dua cara dan ayam bakar satu ekor. Ludes. “Laziiiit…,” kata saya mulai mempraktikkan bahasa Arab sehari-hari. Rupanya kata lezaaat asalnya dari Hadramaut.
“Di Mukalla jangan lupa makan lobster,” ujar Kholid Bawazier dalam balasan WA-nya.
Sebelum makan saya memang tiba-tiba ingat Kholid Bawazier –pengusaha besar Surabaya. Pasti kakek-moyangnya orang dari Hadramaut. Hanya saja saya tidak tahu di mana leluhurnya di sini.
Terakhir saya bertemu Kholid di Jeddah. Tiga bulan lalu. Yakni saat saya diundang menghadiri peresmian pabrik kopi Kapal Api Wazaran di Jeddah. Itulah pabrik kopi patungan antara keluarga Soedomo Mergonoto (grup Kapal Api) dengan keluarga Bawazir (grup Wazaran).
Wazaran –artinya: kaum Bawazier– punya pabrik mie Indomie di Jeddah. Di Lebanon. Di Mesir. Di Marokko. Di Spanyol. Di banyak negara Timur Tengah. Rumah ayah Soedomo di pecinan Surabaya dekat rumah ayah Kholid di kampung Arab Ampel. Saya mengenal baik dua keluarga ini.
“Saya ingin melihat pabrik Indomie Anda yang di Mukalla. Boleh?” tanya saya lewat WA.
“Belum ada pabrik Indomie di Mukalla. Yang ada di Aden,” jawabnya. “Tapi yang di Aden sedang tutup karena perang,” tambahnya.
“Kampung halaman nenek moyang Anda di Hadramaut di mana? Tarim? Mukalla?” tanya saya lagi.
“Di kota Doan. Lengkapnya di kota Wadi Doan,” jawabnya.
Kebetulan sekali. Setelah dua hari di Mukalla saya akan diajak Amang mampir ke Wadi Doan. Yakni dalam perjalanan balik dari Mukalla ke Tarim.
“Di Wadi Doan jangan lupa. Harus makan kambing bakar mathbi,” katanya.
Tentu. Baru sekali ini saya dengar ada kambing bakar mathbi. Tidak ada di kota lain di Hadramaut. Saya pun tidak sabar ingin tahu seperti apa itu barang.