finnews.id – Pergerakan harga emas PT Aneka Tambang (Antam) kembali melemah setelah sebelumnya mengalami naik turun dalam beberapa waktu terakhir. Pada Selasa, 31 Maret, harga emas tercatat mengalami penurunan.
Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, emas Antam 24 karat turun sebesar Rp10.000 per gram, sehingga kini diperdagangkan di kisaran Rp2.827.000 per gram.
Sehari sebelumnya, yakni Senin, 30 Maret 2026, harga emas Antam juga sudah terkoreksi Rp30.000 per gram dan berada di level Rp2.807.000 per gram. Penurunan tersebut turut diiringi dengan melemahnya harga buyback.
“Buyback harga emas Antam ikut turun Rp 11.000 per gram, menjadi Rp 2.477.000 per gram,” tulis data tersebut.
Berikut rincian harga emas Antam terbaru:
- 0,5 gram: Rp1.463.500
- 1 gram: Rp2.827.000
- 2 gram: Rp5.614.000
- 3 gram: Rp8.396.000
- 5 gram: Rp13.960.000
- 10 gram: Rp27.820.000
- 25 gram: Rp69.537.000
- 50 gram: Rp138.995.000
- 100 gram: Rp277.912.000
- 250 gram: Rp694.515.000
- 500 gram: Rp1.388.820.000
- 1.000 gram: Rp2.767.600.000
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di pasar global. Harga emas dunia justru mengalami penguatan sekitar 1,5 persen ke level USD 4.578,89 per ons pada pukul 02.35 GMT. Untuk kontrak berjangka emas Amerika Serikat pengiriman April, kenaikan tercatat sebesar 1,2 persen menjadi USD 4.611,30.
Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, menyebut bahwa kenaikan ini didorong oleh harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Namun demikian, ia juga menilai bahwa Amerika Serikat berpotensi mengalami pelemahan ekonomi paling signifikan dalam lebih dari 17 tahun. Kondisi ini dipicu oleh tingginya harga energi yang mengurangi peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
“Emas telah stabil selama sekitar seminggu sekarang, dengan reli Jumat lalu sebagai hal yang sangat menonjol. Itu terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury yang tampaknya menunjukkan bahwa pasar mulai melihat perang Iran sebagai risiko resesi,” tutur Spivak.
Sebelumnya, harga emas batangan tercatat telah turun lebih dari 13 persen sepanjang bulan ini, yang menjadi penurunan terdalam sejak Oktober 2008.