Catatan Dahlan Iskan

Amang Amat

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

 

Amang bercerita punya teman sekampung di Tarim bernama Alawi. Juga pernah kuliah di Surabaya. Di Surabaya Alawi dipanggil dengan ”Wi”. Ia tidak suka dengan panggilan ”Wi’ itu.

“Wi itu kedengarannya jelek,” kata sang teman. Mungkin ia tidak tahu ada tokoh Jawa yang panggilannya ”Wi” dan top-nya bukan main. Akhirnya si teman minta dipanggil Amat saja

Sampai ketika mendarat di Saiyun saya masih belum punya gambaran kalau akan ke kota Mukalla. Begitu tahu Saiyun dekat Tarim saya pun senang saja: bisa ke Tarim.

 

Mungkin kalau dari Jeddah benar-benar mendarat di Aden saya tidak akan bisa ke Tarim. Tidak akan ada tulisan tentang Tarim sampai enam seri (Lihat Disway 12,13, 14, 16, 17, dan 18 Februari 2026).

 

Begitu ke Tarim tidak bisa ke mana-mana lagi. Baru ada pesawat keluar dari Yaman tujuh hari lagi.

Saya pun bingung: akan ngapain saja enam hari di Tarim.

Menghafal Quran? Sudah terlalu tua untuk mengingat hafalan begitu banyak.

Ziarah ke makam-makam para wali? Satu hari juga bisa selesai.

Memperdalam silsilah Habib? Saya justru takut terjebak ke perdebatan yang tiada ujungnya. Sudah tiga tahun debat publik soal silsilah Habib itu begitu menguras perhatian sampai lupa harga saham jatuh ke jurang.

 

Maka di hari ketiga di Tarim saya mulai melihat peta. Ada kota agak besar bernama Mukalla. Tapi jauh. Lima jam naik mobil. Saya pun ke sana. Dari pada terseret ke soal kontroversi Habib.

Tidak bisa dihindarkan. Di hari ketiga itu saya mulai tanya-tanya soal Habib. Maklum tidak ada apa-apa lagi yang bisa dilihat. Wah ini bahaya. Mulai terpancing ke soal Habib. Maka saya lupakan Habib. Saya berangkat ke Mukalla.

Tidak bisa mendadak. Amang harus mengurus surat jalan saya dulu. Juga harus menemani saya ke Mukalla. “Anda bisa hilang di jalan,” katanya ketika saya bertekad untuk pergi sendirian.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Tentu tidak mudah mendapatkan 80 ribu orang seperti Mukri untuk Koperasi Desa/Kelurahan...

Catatan Dahlan Iskan

Daftar Keinginan

Dari langkah perundingan itu kian terlihat tujuan Amerika ikut menyerang Iran tidak...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisiensi

Tim Joao-lah yang menjalankan Koperasi Merah Putih itu. Semuanya. Se-Indonesia. Targetnya: selama...

Catatan Dahlan Iskan

Lebaran Rezeki

Tidak tanggung-tanggung istri saya menyiapkan rawon: 6 kg. Masih ada menu tambahan:...