Home Lifestyle Eksorsisme: Antara Iman, Sejarah, dan Sains Medis
Lifestyle

Eksorsisme: Antara Iman, Sejarah, dan Sains Medis

eksorsisme itu apa

Bagikan
Bagikan

3. Kepercayaan Lainnya

Dalam agama Hindu, pendoa atau pendeta menggunakan mantra suci dari kitab Veda untuk membersihkan energi negatif. Sementara itu, dalam tradisi Shamanisme di berbagai penjuru dunia, seorang dukun (shaman) akan melakukan perjalanan spiritual untuk bernegosiasi atau bertarung dengan roh jahat yang mengganggu pasiennya.

Sudut Pandang Psikologi dan Sains Medis

Seiring berkembangnya ilmu kedokteran dan psikiatri, banyak kasus yang di masa lalu dianggap sebagai “kerasukan iblis” kini dapat dijelaskan secara ilmiah.

Pakar medis berpendapat bahwa gejala-gejala kerasukan (seperti perubahan suara, kejang, berbicara bahasa asing yang tidak dimengerti, hingga kekuatan fisik yang tidak wajar) sering kali merupakan manifestasi dari gangguan medis atau psikologis, seperti:

Skizofrenia: Gangguan mental berat yang dapat memicu halusinasi dan delusi.

Epilepsi: Kondisi neurologis yang menyebabkan kejang dan perubahan kesadaran sesaat.

Sindrom Tourette: Gangguan saraf yang memicu gerakan atau ucapan spontan yang tidak terkendali (tics).

Gangguan Identitas Disosiatif (Kepribadian Ganda): Kondisi di mana seseorang memiliki dua atau lebih identitas yang berbeda.

Banyak psikiater saat ini memandang fenomena kerasukan sebagai culture-bound syndrome (sindrom yang terikat budaya), di mana seseorang mengekspresikan tekanan psikologisnya melalui simbol-simbol dan kepercayaan gaib yang dianut oleh lingkungannya.

Eksorsisme di Era Modern
Budaya populer, khususnya melalui film legendaris The Exorcist (1973), telah membentuk pandangan publik modern tentang pengusiran setan. Ketertarikan masyarakat terhadap hal gaib tidak pernah benar-benar pudar. Bahkan di era teknologi saat ini, permintaan untuk ritual eksorsisme atau ruqyah di berbagai negara dilaporkan masih cukup tinggi.

Pada akhirnya, eksorsisme berdiri di persimpangan yang rumit antara keyakinan spiritual yang harus dihormati dan ilmu pengetahuan modern yang terus mencari penjelasan logis.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Liburan ke Jawa Tengah? Jangan Lewatkan untuk Kunjungi Kemuning Sky Hills Karanganyar

Sementara itu, untuk area cafe dan restoran, layanan dibuka mulai pukul 09.00...

Lifestyle

Prabowo Bakal Percepat Penggunaan Motor Listrik, Asosiasi Ojol Tanggapi Begini!

Finnews.id – Asosiasi pengemudi ojek online, Garda Indonesia menanggapi inisiatif pemerintah untuk...

Lifestyle

Waspada Varian Baru Covid 19 dari AS, Mampu Tembus Perlindungan Vaksin

“Vaksin mRNA Covid-19 adaptasi LP.8.1 tahun 2025–2026 menunjukkan perlindungan terhadap strain JN.1...

Lifestyle

Persaingan UTBK SNBT 2026 Lebih Ketat untuk Prodi Kedokteran Baru

Pada 2025, program studi kedokteran masih mencatat sekitar 22 pendaftar untuk setiap...