“Vaksin mRNA Covid-19 adaptasi LP.8.1 tahun 2025–2026 menunjukkan perlindungan terhadap strain JN.1 yang saat ini dominan, tetapi memiliki netralisasi antibodi terendah terhadap BA.3.2 dalam studi laboratorium terhadap tujuh varian, yang berpotensi memengaruhi perlindungan yang diberikan oleh vaksin,” ungkap para peneliti dikutip Independen.
Meski demikian, tingkat kekhawatiran terhadap varian ini masih perlu dikaji lebih lanjut. BA.3.2 memang telah ditemukan di banyak negara bagian di AS, termasuk California, New York, Texas, hingga Florida. Namun, varian ini belum menjadi varian dominan.
Selain itu, data sementara menunjukkan bahwa infeksi akibat BA.3.2 tidak lebih parah dibandingkan varian lainnya.
Beberapa kasus yang terdeteksi pada pasien rumah sakit terjadi pada Desember dan Januari di tiga negara bagian. Pasien tersebut terdiri dari dua lansia dengan penyakit penyerta dan satu anak kecil.
Seluruh pasien dilaporkan selamat. Peneliti juga menegaskan bahwa keberadaan varian ini pada pasien rawat inap tidak otomatis menunjukkan bahwa BA.3.2 menyebabkan penyakit yang lebih serius.