Finnews.id – Data UTBK SNBT 2026 ungkap rasio ketat prodi kesehatan, dari kedokteran hingga farmasi. Calon mahasiswa perlu tentukan strategi memilih prodi yang tepat.
Seiring dengan usia populasi yang kian lanjut, kebutuhan akan tenaga kesehatan kian tumbuh subur.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan adanya kekurangan hingga 11 juta tenaga kesehatan pada 2030, khususnya di negara berpendapatan menengah rendah dan rendah.
Situasi ini membuat sektor kesehatan menjadi salah satu ladang kerja terbesar sekaligus paling strategis di masa depan.
Persaingan masuk program studi kesehatan di Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes pun kian ketat dari tahun ke tahun.
Minat terhadap program studi rumpun kesehatan dalam UTBK-SNBT tetap tinggi dalam lima tahun terakhir, meski menunjukkan kecenderungan fluktuatif sejak 2023.
Data menunjukkan, program studi kedokteran secara konsisten menjadi yang paling diminati.
Pada 2021, jumlah peminat mencapai 64.454 orang dan meningkat hingga puncaknya pada 2023 sebanyak 74.787 orang, sebelum turun menjadi 70.927 pada 2025.
Kondisi serupa terlihat pada program studi farmasi dan psikologi. Peminat farmasi sempat naik dari 40.034 menjadi 45.927 , lalu cenderung menurun hingga 42.354 pada 2025.
Sementara itu, psikologi yang sempat menyentuh 61.069 peminat pada 2023, turun menjadi 53.031 pada 2025.
Berbeda dengan tren tersebut, kedokteran gigi justru menunjukkan peningkatan minat yang relatif stabil.
Jumlah peminat naik dari 15.515 pada 2021 menjadi 18.941 pada 2025.
Adapun keperawatan mengalami fluktuasi, dengan lonjakan signifikan pada 2024 mencapai 32.397 peminat, sebelum sedikit menurun di 2025.
Di sisi lain, daya tampung seluruh program studi ini terus meningkat setiap tahun. Daya tampung kedokteran, misalnya, naik dari 2.299 kursi pada 2021 menjadi 3.159 pada 2025. Farmasi juga meningkat dari 1.820 menjadi 2.336 kursi dalam periode yang sama.
Kenaikan serupa terjadi pada psikologi, keperawatan, dan kedokteran gigi. Meski demikian, tingginya rasio peminat dibandingkan daya tampung menunjukkan persaingan yang tetap ketat.