finnews.id – Toprak Razgatlioglu membuat publik terkejut saat ia mengeluhkan performa motor Yamaha usai MotoGP Brasil 2026.
Juara Dunia WorldSBK Tiga kali itu menyebut ada masalah lama yang kembali muncul, yakni kurangnya traksi saat keluar dari tikungan.
Padahal, akhir pekan balap di Sirkuit Artyon Sena tersebut penampilannya cukup baik buat seorang rookie MotoGP.
Tapi performanya merosot setelahnya.
Pada Jumat, dia pertama kalinya lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2).
Di hari Sabtu-nya, ia menempati posisi ke-12 pada saat kualifikasi.
Dan pada Balapan utama berhasil finish di posisi ke-17.
Toprak yang sempat disamakan dengan Casey Stoner membocorkan, performanya pada Minggu memang sedikit lebih baik dibandingkan saat sprint race.
Walaupun begitu, masalah utama pada motor masih belum teratasi.
“Balapan utama lebih baik dibanding sprint. Tapi grip ban belakang terasa aneh. Pabrikan lain punya cengkeraman lebih baik dibanding Yamaha,” ujarnya dilansir dari Crash, pada Selasa (24/3/2026).
Masalah traksi belakang ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak penggunaan ban Michelin dan sistem elektronik standar diberlakukan pada 2016–2017, Yamaha kerap kesulitan dalam hal akselerasi keluar tikungan.
Toprak mengungkapkan, jika setiap kali dia membuka gas, ia justru kehilangan banyak waktu karena ban belakang mengalami selip.
“Kami (Ia dan tim) sudah mencoba memperbaiki, tapi setiap membuka gas saya kehilangan banyak waktu. Ban belakang terlalu mudah berputar dan saya tidak bisa berakselerasi dengan baik,” katanya.
Sepanjang balapan, Toprak cukup lama berada di belakang rekan sesama pebalap Yamaha, Fabio Quartaro. Ia merasa mampu mengimbangi di area tikungan, tetapi kalah saat akselerasi.
“Tapi begitu membuka gas, dia selalu lebih unggul. Mungkin dia lebih baik dalam mengelola ban atau punya setelan motor yang lebih pas,” katanya.
Meski demikian, Toprak menyebut tetap ada hal positif yang didapat, terutama dalam hal pengereman mesin alias engine brake yang kini terasa lebih baik.