finnews.id – Seorang pria di Tangerang diduga mengalami depresi akibat persoalan keluarga hingga nekat mencoba mengakhiri hidupnya. Proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Daan Mogot KM 19,6, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Pria berinisial AB memanjat jembatan penyeberangan orang (JPO) dan kemudian naik ke bagian atas papan reklame.
Kejadian ini pertama kali diketahui setelah warga melaporkannya melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 22.26 WIB. Mendapat laporan itu, petugas gabungan dari Polsek Batuceper bersama tim Reskrim, Binmas, serta pemadam kebakaran segera bergerak ke lokasi.
Saat petugas tiba di tempat kejadian, AB masih berada di puncak papan reklame. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah Tangerang sempat ditutup sebagian.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan pendekatan persuasif.
“Petugas melakukan negosiasi secara humanis selama kurang lebih 90 menit hingga akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan dengan selamat,” ujar Kapolres, Selasa, 24 Maret 2026.
Dari hasil komunikasi di lokasi, diketahui bahwa AB diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat karena masalah keluarga.
“Dari hasil pendalaman awal, yang bersangkutan mengalami stres berat karena kondisi keluarga broken home serta kehilangan ayahnya yang telah meninggal dunia,” jelasnya.
Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu aksi nekat yang dilakukan AB.
Setelah berhasil dievakuasi, AB langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus pemeriksaan kondisi kejiwaan lebih lanjut.
“Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, baik fisik maupun psikis,” tuturnya.
Peristiwa ini sempat menyita perhatian para pengguna jalan karena terjadi di kawasan padat lalu lintas. Meski begitu, situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya korban jiwa.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga yang tengah mengalami tekanan mental.