finnews.id – Di China, metode pendidikan budi pekerti atau moral (dikenal sebagai deyu) sering kali menjadi viral karena pendekatan disiplinnya yang khas dan melibatkan pembiasaan sejak dini.
Sebuah postingan di instagram dengan nama akun @ajaranbudipekerti, menunjukkan betapa kerasnya guru di China menanamkan budi pekerti dan etika pada mirid-muridnya.
Hal tersebut direkam secara diam-diam oleh salah satu siswa melalui rekaman kamera ponsel miliknya.
Video lengkapnya bisa dicek di sini
Berikut adalah beberapa poin utama mengenai cara guru di China mengajarkan budi pekerti yang sempat menarik perhatian luas:
1. Metode “Sindiran Halus” yang Unik
Salah satu video viral menunjukkan seorang guru SD di China menggunakan cara kreatif untuk mendidik murid yang suka mengobrol saat pelajaran. Bukannya memarahi, guru tersebut memberikan beberapa mikrofon kepada murid yang berisik sebagai sindiran agar mereka sadar telah mengganggu teman lainnya. Metode ini terbukti efektif karena membuat murid merasa malu secara sopan dan kelas pun menjadi hening kembali.
2. Penanaman Karakter dan Disiplin Sejak Dini
Pendidikan di China tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi sangat menekankan pada pembentukan karakter.
Hormat kepada Guru: Guru memiliki wibawa yang sangat besar dan dianggap sebagai pembentuk moral siswa.
Dukungan Orang Tua: Jika guru menegur murid dengan keras, orang tua di China umumnya justru berterima kasih karena menganggap itu bagian dari proses mendisiplinkan anak, bukan sebuah penghinaan.
Kemandirian: Murid dibiasakan menjalankan aturan kebersihan dan ketertiban tanpa harus terus-menerus disuruh, karena mereka diajarkan bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri.
3. Pengaruh Nilai Konfusianisme
Sistem pendidikan moral di China sangat dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme.
Tujuan utamanya adalah melatih siswa menjadi pribadi yang berbudi luhur melalui keteladanan dan pembiasaan.
Pendidikan moral ini mencakup aspek ideologis, politik, hukum, hingga keseimbangan sosial-emosional.