Tekanan inflasi dari sektor energi membuat pasar mengubah ekspektasi kebijakan moneter global. Harapan pemangkasan suku bunga mulai memudar dan bergeser ke potensi kenaikan suku bunga di sejumlah negara maju.
Perubahan ekspektasi ini turut menekan pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tajam ke 4,4110 persen, tertinggi dalam delapan bulan, setelah melonjak 44 basis poin sejak konflik dimulai.
Di pasar valuta asing, dolar AS menguat sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas. Euro sedikit melemah ke USD 1,1555, sementara dolar AS bertahan di level 159,15 yen, mendekati puncak 20 bulan.
Sementara itu, harga emas naik 0,4 persen ke USD 4.511 per ons, setelah sebelumnya sempat tertekan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga global.