Home Ekonomi Konflik Timteng dan Komplain Trump Bikin Saham Asia Stress
Ekonomi

Konflik Timteng dan Komplain Trump Bikin Saham Asia Stress

saham asia ambruk

Bagikan
Bagikan

Tekanan inflasi dari sektor energi membuat pasar mengubah ekspektasi kebijakan moneter global. Harapan pemangkasan suku bunga mulai memudar dan bergeser ke potensi kenaikan suku bunga di sejumlah negara maju.

Perubahan ekspektasi ini turut menekan pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tajam ke 4,4110 persen, tertinggi dalam delapan bulan, setelah melonjak 44 basis poin sejak konflik dimulai.

 

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas. Euro sedikit melemah ke USD 1,1555, sementara dolar AS bertahan di level 159,15 yen, mendekati puncak 20 bulan.

Sementara itu, harga emas naik 0,4 persen ke USD 4.511 per ons, setelah sebelumnya sempat tertekan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga global.

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari untuk Efisiensi BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Menurutnya, Pakistan bahkan telah menerapkan kebijakan WFH hingga 50 persen bagi pekerja...

Ekonomi

Bisnis Berduka, Bos Djarum Michael Hartono Berpulang

finnews.id – Kabar duka datang dari dunia bisnis nasional. Pengusaha senior, Michael...

Ekonomi

Harga Sembako hari ini, Perayaan Nyepi dan Persiapan Idul Fitri 2026

  Pemerintah berharap langkah pengawasan dan intervensi tersebut mampu menjaga stabilitas harga...

Ekonomi

Update Harga Emas ANTAM, Kamis 19 Maret 2026, Waktunya Borong

finnews.id – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali diperbaharui...