Memang Riyadh bukan kadal yang lembek. Tanah di sana keras berbatu. Tapi saya belum pernah membaca konsekuensi bangunan seberat itu untuk bumi yang dipijak manusia.
Kalau pun itu bisa diatasi masih muncul isu lain: angin. Terpaan angin kencang. Akan dahsyat sekali. Bentuk kubus seperti itu ibarat punakawan Gareng menantang Bathara Bayu.
Di lakon yang dimainkan dalang seperti Seno, Garengnya yang menang. Tapi dalam dunia konstruksi belum tentu gedung Kubus itu yang menang. Bayangkan: ada tembok selebar 400 meter dengan tinggi 400 meter. Lalu datang angin kencang menerpanya.
Sayang saya tidak ahli ilmu angin. Tidak bisa membayangkan siapa yang lebih kuat: tembok atau angin. Masih belum tentu. Tembok itu bukan tembok tipis. Itu tembok setebal 400 meter.
Mungkin saja mereka saling melawan. Lalu akan muncul suara yang sangat dahsyat –ini hanya khayalan orang tidak berilmu. Atau, setelah membentur kubus, angin itu terluka di keningnya. Berdarah. Pendarahannya begitu hebat sampai muncrat ke lingkungan sekitarnya: angin itu menjadi sangat pusing, berputar, jadi puting beliung, menyasar siapa saja di dekatnya.
Mungkin komputer bisa menyimulasikan dampak angin itu. Ilmu pengetahuan akan mencarikan jalan keluarnya. Misalnya membuat lubang-lubang angin di sela-selanya. Memang lubang-lubang itu akan mengganggu bentuk kubus sempurnanya tapi kecanggihan desain bisa menipunya.
Tentu lubang-lubang angin itu akan menjadi terowongan angin yang tak terkirakan kencangnya. Tapi ini pun bisa disimulasikan di komputer. Lalu dicarikan jalan keluar agar angin itu bisa diredam seminimal mungkin.
Masalahnya, kalau banyak angin yang masuk, tidak cukup besar produksi Tolak Angin se-Sido Muncul untuk melawannya. Terutama sistem AC di dalam kubus itu. Berarti tidak akan bisa keseluruhan 400 x 400 x 400 itu diberi AC sentral. Harus ada bagian-bagian tertentu untuk jalan angin tanpa AC.
Sistem pemberian AC-nya pun harus disimulasikan di komputer.
Begitu banyak pekerjaan. Pun dalam menentukan berapa banyak tiang pancangnya. Atau justru tidak perlu tiang pancang sama sekali. Tapak bangunan yang begitu lebar bisa membuat gedung tidak akan amblas dan roboh. Bangunan itu ibarat kapal tongkang yang mengapung di daratan bumi manusia.