Oleh: Dahlan Iskan
Bukan hanya Neom yang direvisi. Juga MBG –ups, proyek Kubus. Kalau neom sudah telanjur dimulai, Kubus baru tingkat hamil. Lalu kelihatannya akan digugurkan.
Waktu saya mampir ke Buraidah dan Riyadh tahun lalu, sebenarnya ada yang ingin lebih saya lihat: Proyek Kubus. Ternyata, waktu itu, proyek tersebut belum dimulai.
Kini menjadi mungkin tidak akan pernah dimulai.
Seperti juga Neom (lihat Disway kemarin), Proyek Kubus direncanakan akan menjadi yang terhebat di planet ini: belum pernah ada bangunan seperti itu. Yakni gedung berbentuk kubus. Ukurannya: 400 x 400 x 400. Lebar dan panjangnya empat kali lapangan sepak bola. Pun tingginya.
Itu akan seperti Kakbah dalam ukuran yang raksasa bengkak. Lokasinya di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Kelihatannya proyek ini termasuk yang dibatalkan pembangunannya. Setidaknya ditunda. Tidak harus termasuk yang selesai di tahun 2030.
Memang itu masuk Visi 2030 Saudi, tapi terlalu banyak rintangan.
Nama proyek ini, dalam bahasa Arab disebut Al Mukaab. Dalam bahasa Inggris: The Cube. Lokasi tepatnya di New Murabba –kawasan baru di kota Riyadh.
Proyek besar di Riyadh yang harus selesai adalah bangunan untuk World Expo 2030 dan stadion utama untuk FIFA World Cup 2034.
Sejauh ini penundaan The Mukaab tidak ada hubungannya dengan isu keagamaan atau isu sensitif lainnya. Misalnya bukan karena dianggap “ingin menyaingi Kakbah”. Tidak ada. Isu seperti itu sudah biasa diredam di sana –bahkan sejak sebelum muncul.
Kesulitan terbesarnya sama dengan Neom: biayanya terlalu besar.
Tapi ada juga kesulitan “teknik sipilnya”. Bangunan itu terlalu tebal dan tinggi. The Kubus akan terlalu berat membebani bumi di bawahnya.
Mungkin perusuh Disway seperti Udin Salemo bisa menghitung: berapa juta ton berat bangunan itu nanti. Lalu apa kosekuensinya pada pondasi.
Biar pun tanah di sana tidak seperti di bawahnya Graha Pena Surabaya –tiang pancangnya harus 60 meter– tapi para aktivis lingkungan dunia akan mempersoalkannya: bumi Riyadh bisa seperti kadal yang diinjak Hulk.