Catatan Dahlan Iskan

Revisi Neom

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Anda sudah tahu: model kota The Line akan menjadi yang pertama di dunia. Yakni kota yang ke mana pun Anda pergi tidak akan memakan waktu lebih dari 20 menit.

Neom adalah kota baru yang benar-benar baru. Mengubah gunung-gunung batu menjadi kota besar. Bisa menampung lebih satu juta orang penghuni baru.

 

Di Jakarta Anda pergi ke satu mal sering perlu waktu satu jam. Pun dari satu tempat rapat ke tempat pertemuan berikutnya: bisa satu jam. Jangankan di Jakarta. Pun di kota seperti Palembang atau Makassar. Sudah penuh kemacetan.

Neom dirancamg anti macet.

Caranya: bentuk kotanya jangan dibuat melebar dan meluas. Jangan ada simpang tiga. Apalagi simpang empat. Jangan ada lampu bang-jo.

 

Caranya: Kota Neom dibuat memanjang. Lebar kota hanya sekitar 200 meter tapi memanjang jauh sekali. Panjangnya: 170 kilometer.

Hanya ada satu jalan: jalan lurus. Hanya boleh ada dua-tiga bangunan rumah di kiri dan di kanan jalan. Satu atau dua baris gedung saja. Tinggi. Berderet sepanjang 170 km.

 

Kalau difoto dari atas kota itu nanti hanya seperti garis panjang. Garisnya berupa bangunan. Alangkah efisiennya kota itu nanti. Padahal serba ada: apartemen, kantor, hotel, mal, bioskop, pertokoan.

 

Di belakang ”garis” itu hanya ada pemandangan alam. Asli. Alamiah. Khas pemandangan Saudi Arabia bagian utara: gunung-gunung batu. Lembah batu.

 

Tentu itu bukan pemandangan yang seksi karena gunungnya banyak sekali –bukan hanya dua. Semuanya gunung keras. Sulit pula dijangkau.

Anda pun akan membayangkan: kota sepanjang 170 km. Dari Cawang, Jakarta sampai Subang. Dari Palembang sampai Prabumulih? Dari Makassar sampai Barru? Pokoknya Anda bayangkan sendiri: 170 km.

Jalan rayanya pun tidak kelihatan. Tidak di atas tanah. Jalannya di bawah tanah. Di atas tanahnya rapi. Taman. Tidak ada kendaraan lalu-lalang.

Di samping jalan raya, di bawah tanah itu juga akan ada jalur kereta cepat. Itulah sebabnya dari ujung kota ke ujung satunya maksimal hanya 20 menit.

 

Berarti dua tahun ke depan pun saya belum perlu ke Neom lagi. Bukan berarti saya ”kapok”. Saya juga harus berhemat. Tentu, tahun depan mungkin sudah banyak berubah dibanding saat dua tahun lalu saya ke sana. Tapi lebih baik kelak saja. Kalau sudah mulai kelihatan bentuknya.

Bagikan
Artikel Terkait
Hari Kemenangan?
Catatan Dahlan Iskan

Hari Kemenangan?

Bahkan kini seluruh dunia mengecamnya: terutama setelah pasok energi dunia terhambat sangat...

Catatan Dahlan Iskan

Garam Listrik

Rongga itu letaknya di perut bumi: di kedalaman 1.500 meter. Besarnya rongga...

Catatan Dahlan Iskan

XCMG Mlilir

Berarti yang besar sekali memang super besar: 400 ton. Satu truk bisa...

Catatan Dahlan Iskan

Sang Maextro

  Empat-empatnya pakai nama belakang ”jie”. Dunia. Atau alam raya. Aito disebut...