finnews.id – Saat bulan Ramadan mulai mendekati penghujungnya, perasaan haru kerap menyelimuti hati umat Muslim. Setelah menjalani hari-hari penuh ibadah.
Mulai dari puasa, salat malam, hingga memperbanyak zikir, muncul satu harapan yang sama: semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan berikutnya.
Harapan tersebut biasanya dipanjatkan melalui doa-doa penuh makna yang telah diamalkan sejak zaman para ulama terdahulu.
Salah satu doa yang sering dilantunkan adalah:
Allahumma sallimni ila Ramadan, wa sallim li Ramadan, wa tasallamhu مني mutaqabbalan.
Artinya:
“Ya Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadan, pertemukan Ramadan denganku, dan terimalah seluruh amal ibadahku di dalamnya.”
Doa Agar Ramadan Bukan yang Terakhir
Selain itu, ada doa yang mengandung permohonan agar Ramadan kali ini bukan menjadi yang terakhir dalam hidup:
Allahumma laa taj’alhu aakhiral ‘ahdi min shiyaamina iyyaah, fa-in ja’altahu faj’alnii marhuuman wa laa taj’alnii mahruuma.
Artinya:
“Ya Allah, jangan jadikan puasa ini sebagai yang terakhir bagiku. Jika Engkau menakdirkan sebaliknya, jadikanlah aku termasuk orang yang mendapatkan rahmat, bukan yang terhalang dari kebaikan.”
Makna Mendalam di Balik Doa
Doa-doa ini bukan sekadar ucapan, tetapi menyimpan harapan besar yang menyentuh hati:
1. Harapan Umur yang Penuh Berkah
Memohon agar diberikan umur panjang sehingga bisa kembali merasakan Ramadan.
2. Kesehatan untuk Beribadah
Bukan hanya hidup lebih lama, tetapi juga dalam kondisi sehat agar ibadah bisa dijalankan secara maksimal.
3. Amal yang Diterima
Setiap Muslim tentu berharap seluruh ibadah selama Ramadan tidak sia-sia, melainkan diterima oleh Allah SWT.
“Ramadan bukan hanya tentang menjalani, tetapi tentang bagaimana kita berharap untuk kembali menjalaninya dengan lebih baik.”
Waktu Terbaik Mengamalkan Doa Ini
Doa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan dapat dibaca kapan saja, namun ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama:
• Saat malam-malam terakhir Ramadan
• Setelah salat wajib maupun salat malam