finnews.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meluncurkan program Tebar Harapan Ramadan (THR) sebagai gerakan kolaboratif untuk menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, pemerintah bersama sejumlah lembaga zakat dan organisasi filantropi menargetkan penyaluran sekitar 2 juta paket zakat fitrah kepada para mustahik dengan total nilai bantuan mencapai Rp441,9 miliar.
Peluncuran program itu dilakukan dalam kegiatan Selasar Hangat Lintas Keyakinan Kolaborasi Joyful Ramadan: Indonesia Berdaya melalui Tebar Harapan Ramadan (THR) yang digelar di Jakarta pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama nasional dalam memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan kemiskinan.
“Gerakan ini merupakan wujud kolaborasi besar antara pemerintah, lembaga zakat, dan organisasi filantropi agar bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas dan tepat sasaran,” kata Cak Imin.
Pada implementasinya, Kemenko PM mengoordinasikan sebanyak 184 Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta 234 organisasi filantropi yang tergabung dalam platform Indonesia Berdaya.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi penyaluran zakat sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat.
Program bantuan ini difokuskan bagi mustahik di 168 kabupaten dan kota yang berada di delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi. Wilayah tersebut meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, Lampung, serta Banten.
Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, seperti Aceh dan Sumatera Barat.
Cak Imin berharap gerakan Tebar Harapan Ramadan tidak sekadar menjadi kegiatan berbagi selama bulan suci, tetapi juga mampu memperkuat solidaritas sosial serta mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.