finnews.id – Film laga karya Indonesia, Ikatan Darah telah menunjukkan taringnya di panggung internasional.
Film action produksi Uwais Picture itu mencuri perhatian saat menjalani world premiere di ajang film bergengsi Fantastic Fest, Texas, Amerika Serikat.
Kombinasi aksi pertarungan brutal dengan drama keluarga yang kuat jadi poin utama penonton internasional memberi respons antusias.
Eksekutif produser filmnya, Yentonius Jerriel Ho, mengaku bersyukur karya sineas Indonesia bisa mendapat ruang di festival film kelas dunia.
“Capaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kita semua. Ikatan Darah adalah karya anak bangsa yang mendapat kesempatan tampil dalam world premiere di Fantastic Fest Amerika Serikat,” kata pria yang akrab disapa Bang Aloy, kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Fantastic Fest sendiri dikenal sebagai salah satu festival film beragam genre terbesar di Amerika Serikat.
Prestasi ini dinilai Bang Aloy sebagai kebangkitan film action di Indonesia. Terlebih karena di dalamnya tetap membawa nilai kehidupan yang relevan.
“Film ini bukan hanya soal pertarungan fisik yang brutal, tetapi juga menghadirkan realita hubungan persaudaraan yang sejatinya menjadi fondasi utama nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Film yang digarap oleh sutradara Sidharta Tata ini dibintangi oleh Livi Canasta, Derby Romero, Ismi Melinda, Abdurrahman Arif, dan banyak lainnya.
“Aktor laga dunia Iko Uwais bahkan turun langsung membimbing aktris Livi Ciananta serta tokoh lainnya dalam film tersebut,” ujar Bang Aloy.
Secara cerita, film ini akan mengikuti kisah Mega, mantan atlet pencak silat yang keluarganya ditagih utang besar kakaknya, Bilal.
Diliputi pula dengan kejadian-kejadian mencekam, ia pun harus kembali ke dunia pertarungan demi menyelamatkan keluarga yang ia miliki.
Meski dipenuhi adegan laga dan berdarah, Ikatan Darah tetap membawa pesan moral tentang keluarga dan pilihan hidup.
“Banyak pesan moral dalam setiap adegan Ikatan Darah. Ini bukan sekadar film aksi, tetapi juga cerita tentang keluarga dan pilihan hidup,” pungkas Bang Aloy.