finnews.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengatakan bahwa serangan udara telah menghancurkan kompleks kediaman Khamenei.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa dia ini tidak lagi bersama kita,” kata Netanyahu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengatakan ia percaya laporan kematian Khamenei adalah benar. Ia menambahkan bahwa banyak pemimpin senior Iran turut tewas dalam serangan tersebut.
“Sebagian besar pemimpin senior Iran telah tewas. Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka telah tiada,” katanya.
Saat ditanya oleh ABC News mengenai kepemimpinan Iran dan apakah mereka tewas dalam serangan udara, Trump mengatakan:
“Banyak yang tewas, ya. Tapi kita tidak tahu semuanya, tapi banyak yang tewas. Itu adalah serangan yang sangat kuat.”
Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam siaran televisi pemerintah Iran yang dikutip BBC, seorang presenter menyampaikan pengumuman tersebut dengan suara bergetar dan penuh emosi, seraya mengatakan negaranya akan memasuki periode berkabung.
Beberapa media pemerintah Iran juga telah mengonfirmasi kematian Khamenei dengan mengutip pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam pernyataan tersebut, tidak disebutkan secara rinci penyebab kematian pemimpin berusia 86 tahun itu, maupun siapa yang akan menggantikannya.
Kabar meninggalnya Al Khamenei diikuti pula dengan informasi penetapan 40 hari masa berkabung di Iran.