finnews.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Jenazahnya disebutkan ditemukan di bawah reruntuhan kompleksnya di Teheran setelah pengeboman pada Sabtu (28/2/2026) siang yang menghancurkan lokasi tersebut.
Media televisi pemerintah Iran membenarkan kematiannya pada Minggu dini hari, beberapa jam setelah media Israel pertama kali melaporkan kabar tersebut dan Presiden Amerika Serikat mengumumkannya di media sosial.
Foto jasad dari Ayatolah Ali Khamenei bahkan dikabarkan telah diperlihatkan kepada Presiden AS dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Serangan yang menewaskan Khamenei merupakan adalah salah satu operasi militer besar yang dinamai “Operation Epic Fury”.
Amerika Serikat dan Israel dikabarkan melancarkan sekitar 900 serangan dalam 12 jam ke berbagai target di Iran.
Sasarannya termasuk pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, dan gedung pemerintahan.
Kompleks tempat di mana Khamenei berada menjadi salah satu sasaran utama dalam serangan pembuka yang katanya sebagai awal dari rangkaian serangan yang diperkirakan berlangsung beberapa hari.
Diketahui dari tubuh Khamenei ditemukan, diduga ia tewas karena terluka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang hancur.
Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan kematian Khamenei tersebut melalui Truth Social.
Ia mengatakan, “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati, ” tulisnya.
“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” imbuh Trump.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut operasi tersebut sebagai “operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.”
Ia juga memperingatkan, “Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia — seperti yang telah dilakukan Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda.”