finnews.id – Viral! Oknum Ibu Persit Inisial FSN Diduga Selingkuh dengan 13 Prajurit, Hubungan Int1m Dilakukan Berkali-kali
Jagat maya tengah dihebohkan dengan kabar dugaan perselingkuhan masif yang melibatkan seorang anggota Persit (Persatuan Istri Tentara) berinisial FSN.
Tak tanggung-tanggung, FSN diduga menjalin hubungan gelap dengan 13 oknum prajurit TNI sekaligus.
Berdasarkan informasi yang beredar, skandal ini terungkap setelah adanya kecurigaan terkait aktivitas FSN di lingkungan asrama. Laporan menyebutkan bahwa hubungan terlarang tersebut tidak hanya sebatas percakapan singkat, melainkan telah menjurus ke hubungan suami istri (HS) yang dilakukan berkali-kali dengan oknum yang berbeda-beda. Hubungan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun intensitasnya disebut cukup sering (berkali-kali).
Kasus ini dikabarkan sedang dalam penyelidikan internal satuan terkait untuk memastikan kebenaran data dan memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah.
Berdasarkan informasi yang beredar, skandal ini terungkap setelah adanya kecurigaan terkait aktivitas FSN di lingkungan asrama. Laporan menyebutkan bahwa hubungan terlarang tersebut tidak hanya sebatas percakapan singkat, melainkan telah menjurus ke hubungan suami istri (HS) yang dilakukan berkali-kali dengan oknum yang berbeda-beda.
Hubungan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun intensitasnya disebut cukup sering (berkali-kali).
Kasus ini pun menuai reaksi keras dari netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap mencoreng nama baik organisasi Persit dan institusi TNI. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap motif dan kronologi lengkap kejadian.
Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah personel telah dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak internal TNI. Barang bukti berupa perangkat komunikasi dan dokumen administrasi juga diamankan untuk kepentingan klarifikasi.
Pihak satuan menyatakan proses penanganan dilakukan sesuai mekanisme hukum dan disiplin militer yang berlaku. Koordinasi dengan Polisi Militer (Pomdam XVII/Cenderawasih) juga disebut telah dilakukan untuk memastikan proses berjalan transparan dan profesional.