finnews.id – Korps Marinir TNI AL siap menyulap ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sosok yang lebih disiplin dan tangguh. Mulai April 2026, Pasmar 1 dan sejumlah pusat pendidikan militer lainnya akan menjadi kawah candradimuka bagi para abdi negara yang terpilih mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar baris-berbaris biasa. Ada “bumbu rahasia” khas pasukan baret ungu yang akan diberikan kepada peserta.
“Pembekalan dari Marinir tentu punya nilai tambah. Ada ciri khas Korps yang kami tanamkan,” ujar Rana di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Materi Eksklusif: Bukan Sekadar Latihan Fisik
Berbeda dengan pendidikan prajurit reguler, materi untuk ASN difokuskan pada pembentukan karakter (character building). Marinir ingin ASN pulang dengan mentalitas baru.
Beberapa materi unggulan yang akan diajarkan meliputi:
- Loyalitas Tegak Lurus: Penanaman disiplin tinggi dan kesetiaan pada negara.
- Mental Toughness: Membentuk mental pantang menyerah dan adaptif di bawah tekanan.
- Survival Dasar: Teknik bertahan hidup dan ketahanan di lapangan.
- Esprit de Corps: Penguatan soliditas tim dan jiwa korsa.
- Kesadaran Bela Negara: Tanggung jawab moral sebagai benteng pertahanan negara.
ASN Bukan Jadi Prajurit Aktif, Lalu Untuk Apa?
Muncul pertanyaan: Apakah ASN akan langsung dikirim ke medan perang? Kolonel Rana menegaskan jawabannya adalah tidak.
“Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif. Tujuannya adalah membentuk kesiapsiagaan. Jika negara memanggil dalam keadaan darurat, mereka sudah punya fondasi yang mumpuni,” tegasnya.
Mengingat peserta berasal dari kalangan sipil, Marinir menjamin pola latihan, fasilitas, hingga keamanan akan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta tanpa mengurangi nilai kedisiplinan.
Kuota & Lokasi: 2.000 ASN di Gelombang Pertama
Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memetakan rencana besar untuk tahun 2026. Sebanyak 2.000 ASN akan masuk pada gelombang pertama dari total target 4.000 peserta tahun ini.