Sebagai bagian dari strategi ekspansi ini, RedDoorz juga menegaskan komitmennya dalam pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengendalian kualitas di seluruh jaringan hotel.
Selama bertahun-tahun, perusahaan telah membangun sistem penetapan harga, distribusi, dan dukungan pelanggan yang memungkinkan RedDoorz berkembang hingga 4.300 mitra properti.
Berdasarkan fondasi yang kuat ini, RedDoorz kini melangkah lebih jauh ke teknologi operasional berbasis AI melalui peluncuran RedPilot—“copilot” AI internal yang dirancang untuk mempermudah para manajer hotel yang dikelola RedDoorz.
RedPilot membantu menyederhanakan operasional sehari-hari, meningkatkan pengambilan keputusan melalui insight real-time, serta mendukung mitra properti dalam mengoptimalkan kinerja secara lebih efisien, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan perhotelan berbasis teknologi.
Implementasi ini menjadi salah satu yang pertama di kawasan Asia Tenggara untuk brand teknologi perhotelan, sekaligus menegaskan fokus RedDoorz dalam memanfaatkan teknologi, guna menjaga konsistensi layanan serta profitabilitas bagi pertumbuhan bisnis.
Dalam beberapa bulan mendatang, RedDoorz berencana menerapkan teknologi AI ini di seluruh mitra properti yang dikelola perusahaan.
“Menjalankan hotel saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu, mulai dari pengelolaan staf, menjaga standar layanan, penetapan harga kamar, hingga memenuhi ekspektasi tamu yang terus berubah,” ujar Effi Setiawati, pemilik RedDoorz Syariah Plus @ Wisma Bougenville Karawaci, Tangerang, salah satu properti yang dikelola RedDoorz.
“Sebagai pemilik properti secara individual, tidak mudah bagi kami untuk mengelola operasional dan teknologi pada level seperti ini secara mandiri. Pendekatan RedDoorz yang berbasis teknologi memberi kami kepercayaan bahwa properti dapat dikelola secara profesional dan efisien, sehingga kami dapat lebih fokus pada nilai aset jangka panjang dibandingkan operasional harian.”