Catatan Dahlan Iskan

WNI WNI

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

 

Kejengkelan itu sampai tersimpan di bawah sadarnyi. Maka ketika di satu pihak ingin menunjukkan kebanggaan, di lain pihak bawah sadarnyi muncul: kejengkelan itu.

Mungkin mem-black list Aryo dan Dwi berlebihan. Kalau pun tidak di-black list umur mereka sudah tidak memenuhi syarat jadi pegawai negeri.

 

Apakah kelak, 20 tahun lagi, mereka menyesal –seperti diprediksi Menkeu Purbaya– Anda masih bisa saksikan kenyataannya kelak. Berarti si anak, saat itu nanti, berusia 38 tahun.

 

Apakah benar Indonesia sudah begitu majunya 20 tahun lagi sehingga anak itu akan menyesal, juga bisa kita alami bersama. Itu berarti tahun 2046 –ketika Pak Purbaya masih berusia 81 tahun dan Pak Prabowo berusia 95 tahun.

 

Tidak sedikit saya bertemu orang Indonesia di luar negeri –di negara yang lebih maju. Sebagian sudah menjadi warga negara setempat. Sebagian lagi sebagai residen permanen. Umumnya mereka masih sangat Indonesia –tetapi kalau ditanya apakah mau kembali menjadi WNI jawab mereka tegas: tidak.

 

Tapi kalau ada pilihan lain mereka senang luar biasa: boleh punya dua kewarganegaraan. Salah satunya pasti Indonesia. Setidaknya mereka berharap bisa memegang visa Indonesia seumur hidup –golden visa.

Kalau begitu mengapa soal ini heboh luar biasa?

Heboh itu kadang ada baiknya: bisa menutupi heboh yang lainnya.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

“Apa akibat nyata dari putusan MK itu? Bagaimana dengan pendidikan spesialis yang...

Catatan Dahlan Iskan

Impor BBM

  “Saya yang dapat naskah itu dari grup FE-UI. Lalu saya posting...

Catatan Dahlan Iskan

Pertunjukan Darurat

Sayangnya tidak sampai satu tahun. Sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Putusan itu...

Catatan Dahlan Iskan

IKN Mesir

Kawasan perumahan pegawai berbentuk gedung-gedung 12 lantai. Satu blok perumahan saja terdiri...