finnews.id – Beberapa hari ini publik Indonesia dihebohkan dengan video viral penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang menyatakan “Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan”.
Saking hebohnya video tersebut, hingga dilirik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Hal tersebut dikarenakan LPDP merupakan Bada Layanan Umum (BLU) di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh beliau (Purbaya).
Seperti yang sudah kita ketahui, persoalan ini awalnya diposting oleh Dwi Sasetyaningtyas dalam rekaman video yang memamerkan dirinya telah mendapatkan surat dari Home Office Britania Raya perihal Kewarganegaraan Inggris bagi anak keduanya.
“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu”, ungkap Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.
Suami Dwi, Arya Iwantoro juga merupakan penerima beasiswa LPDP.
Hal yang diucapkan Dwi itulah yang kemudian membuat publik (netizen) cukup meradang mendengarnya.
Banyak publik memberikan cibiran dalam video tersebut.
Dan setelah videonya itu viral serta mendapat respons negatif dari masyarakat tanah air, Dwi menyatakan permohonan maaf.
Pembelaan Dwi adalah pernyataan viral dalam video tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah dan frustrasi pribadi sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang ia rasakan.
Dwi tercatat sebagai penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 lalu dan telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
Berbeda dengan suaminya yang belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi S3 di Belanda.
Menanggapi hal ini, LPDP akan memanggil Arya untuk minta klarifikasi dan akan mengenakan sanksi.
Sikap Tegas Purbaya
Pada Senin (23/2/2026) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons khusus terhadap pernyataan vidal Dwi, beserta belum terpenuhinya penyelesaian masa pengabdian Arya setelah dibiayai negara untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
“Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget,” ucap Purbaya dalam Konferensi Pers Realisasi APBN Januari 2026, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).