finnews.id – Kemenangan besar kembali diraih Arsenal dalam laga sarat gengsi Derby London Utara. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, The Gunners menang meyakinkan 4-1 dalam pertandingan yang tak hanya menentukan harga diri, tetapi juga menjaga jarak di puncak klasemen Premier League.
Hasil ini datang di momen krusial. Tekanan meningkat setelah Arsenal kehilangan poin di laga sebelumnya, sementara pesaing utama terus membayangi. Derby melawan Spurs pun menjadi ujian mental sekaligus momentum pembuktian. Alih-alih tampil tegang, Arsenal justru memperlihatkan kedewasaan permainan yang solid dan terorganisir.
Respon Cepat di Tengah Tekanan
Sejak menit awal, Arsenal bermain dengan intensitas tinggi namun tetap terkontrol. Mereka menguasai lini tengah, memanfaatkan ruang di sisi lapangan, dan menunjukkan kepercayaan diri dalam setiap transisi serangan. Atmosfer stadion yang panas tidak menggoyahkan fokus para pemain.
Tottenham sempat memberikan perlawanan, bahkan berhasil menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu. Namun Arsenal tidak kehilangan arah. Mereka merespons dengan tempo yang lebih agresif dan memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah yang mulai terbuka.
Gol demi gol tercipta melalui skema yang rapi. Kreativitas lini tengah dan ketajaman lini depan menjadi kombinasi yang sulit dibendung. Ketika peluit akhir berbunyi, papan skor 4-1 menjadi bukti betapa dominannya Arsenal di laga yang seharusnya berjalan ketat.
Peran Penting Eze dan Gyokeres
Salah satu sorotan utama datang dari penampilan Eberechi Eze yang tampil efektif sebagai pengatur serangan. Pergerakannya di antara lini membuat pertahanan Spurs kerap kehilangan koordinasi. Dua gol yang ia ciptakan menjadi fondasi kemenangan Arsenal malam itu.
Di lini depan, Viktor Gyokeres menunjukkan insting tajamnya. Ia memanfaatkan peluang dengan presisi tinggi dan memastikan keunggulan Arsenal tak lagi terkejar. Ketajaman tersebut menjadi jawaban atas kritik yang sempat diarahkan kepadanya dalam beberapa pekan terakhir.
Keduanya menjadi simbol bahwa Arsenal memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk menghadapi tekanan panjang menuju akhir musim.