Catatan Dahlan Iskan

Tarim Habib

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Maka jangan membangun di aliran banjir. Daerah banjir juga sudah ditandai: jangan membangun di situ.Tentu kian tahun tembok itu kian tergerus. Untuk itu lima tahun sekali harus ditambal. Dirawat. Lalu dicat putih. Cat ala Tarim bukan cat kimia. ”Cat” putih itu terbuat dari batu yang dihancurkan.

Saya juga mendatangi ”pabrik” cat putih itu. Tumpukan batu dibakar selama 70 jam. Membakarnya pakai pelepah kurma kering. Setelah dipanaskan itu batu dihancurkan jadi tepung. Dimasukkan bejana besar. Lalu dicampur air. Diaduk terus menerus dengan alat aduk yang digerakkan listrik. Seperti mengaduk tepung untuk roti. Diaduk terus sampai 12 jam. Jadilah ”cat putih”.

Waini sudah ada pabrik semen di Hadramaut. Lima jam dari Tarim. Maka di daerah-daerah banjir pun kini berdiri rumah. Hanya bahannya dari semen.

Rasanya, kelak, gelombang semenisasi akan menggantikan yang serbatanah itu. Modernisasi akan sampai juga ke Tarim. Pada saatnya.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Sebenar KDRT

  Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus...

Catatan Dahlan Iskan

Tarim Duduk

Saya membayangkan bagaimana hebatnya agama ini kalau penghayatan atas larangan mencuri juga...

Catatan Dahlan Iskan

Tarim Bayi

Tembok rumahnya sendiri terbuat dari tanah. Pun atapnya. Tapi di dalam rumah...

Catatan Dahlan Iskan

Tarim Tanah

  Retakannya itu ada yang sempit ada yang lebar. Kian pesawat turun...