5. Layanan konsultasi offline (mis. manajemen waktu, keuangan pribadi): sesi tatap muka dengan klien lokal.
Keterampilan/investasi: kredensial relevan, jaringan lokal, alat pertemuan (ruang, materi cetak); lisensi atau asuransi tergantung wilayah.
Keberlanjutan: bergantung pada kepercayaan dan rujukan klien; bisa skalabel melalui paket langganan.
Risiko: regulasi profesional, biaya operasional lokal, fluktuasi permintaan.
6. Penjualan produk jasa lokal (mis. layanan kebersihan, perbaikan ringan): model layanan berbasis kebutuhan warga sekitar.
Keterampilan/investasi: teknik dasar layanan, peralatan kerja, lisensi jika diperlukan.
Keberlanjutan: stabil jika ada kebutuhan berulang; reputasi dan rekomendasi lokal sangat penting.
Risiko: persaingan harga, tuntutan pekerjaan, asuransi pekerjaan.
7. Penyewaan aset pribadi (alat berat ringan, kendaraan, ruangan): sewa jangka pendek ke orang lain.
Keterampilan/investasi: platform penyewaan, asuransi aset, pemeliharaan rutin.
Keberlanjutan: bergantung pada permintaan musiman; potensi pendapatan pasif jika dikelola baik.
Risiko: kerusakan aset, klaim asuransi, penyalahgunaan.
8. Investasi keterampilan digital (coding, analitik data, desain UI/UX): kursus intensif untuk meningkatkan peluang kerja atau freelance.
Keterampilan/investasi: kursus terstruktur, proyek portofolio, waktu belajar; biaya kursus/mentoring.
Keberlanjutan: sangat potensial untuk pertumbuhan gaji/jaringan kerja.
Risiko: waktu belajar yang diperlukan, kompetisi global.
9. Monetisasi konten kreatif jangka pendek (short-form video, podcast): iklan, sponsor, atau produk digital.
Keterampilan/investasi: produksi konten, perlengkapan dasar,/platform distribusi; modal awal untuk peralatan.
Keberlanjutan: membangun audiens membutuhkan konsistensi; pendapatan bisa tahan lama jika konten tetap relevan.
Risiko: perubahan preferensi platform, kepatuhan hak cipta, monetisasi yang tidak konsisten.
10. Penawaran paket layanan berlangganan (maintenance, monitoring, coaching): layanan berulang dengan nilai tambah.