“Umur tiga tahun dia sudah mulai pegang stik dan nyodok bola,” jelas Jafar.
Latihan yang lebih terstruktur baru dijalani sekitar enam bulan terakhir. Namun bakat alaminya sudah terlihat jelas—daya ingat cepat, pemahaman arah bola, dan kontrol emosi yang matang.
Meski potensinya besar, orang tua Fajar belum memasang target prestasi tinggi. Pendidikan formal tetap menjadi prioritas utama.
Di kampung halamannya, Kelurahan Baru, Kecamatan Baulan, Fajar bahkan pernah turun di turnamen lokal tanpa kelas usia.
Ia menghadapi pemain dewasa dan secara mengejutkan mampu menembus delapan besar.
“Yang paling penting buat saya melatih mentalnya dulu,” tegas Jafar.
Seluruh proses latihan hingga kini masih dilakukan langsung oleh sang ayah.
Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Tengah menilai Fajar sebagai aset masa depan olahraga biliar daerah.
- Atlet biliar termuda CIO 2026
- Carabao International Open 2026 Indonesia
- Fajar Alamri
- Fajar Alamri atlet biliar usia dini
- Fajar Alamri pebiliar cilik CIO 2026
- Headline
- Pebiliar anak Indonesia mendunia
- Pebiliar cilik Indonesia di turnamen internasional
- Pembinaan atlet biliar usia dini Indonesia
- Turnamen Biliar Dunia CIO 2026