– Gaya Cinta (Lee): Mengidentifikasi enam gaya cinta yang berbeda:
– Eros: Cinta yang penuh gairah dan intens.
– Ludus: Cinta sebagai permainan atau kesenangan.
– Storge: Cinta yang berkembang dari persahabatan.
– Pragma: Cinta yang praktis dan rasional.
– Mania: Cinta yang obsesif dan posesif.
– Agape: Cinta yang tanpa pamrih dan penuh pengorbanan.
– Teori Keterikatan (Attachment Theory): Menjelaskan bagaimana pengalaman masa kecil dengan pengasuh memengaruhi gaya kita dalam menjalin hubungan romantis di masa dewasa. Gaya keterikatan yang aman ditandai dengan kepercayaan dan kenyamanan dalam kedekatan, sementara gaya keterikatan yang tidak aman (cemas atau menghindar) dapat menyebabkan kesulitan dalam hubungan.
Tahapan dalam Hubungan Cinta
1. Ketertarikan Awal: Ditandai dengan rasa tertarik secara fisik dan emosional, serta keinginan untuk mengenal lebih dekat.
2. Masa Pendekatan: Proses saling mengenal, berkencan, dan membangun hubungan.
3. Intensifikasi: Meningkatnya ketergantungan, keintiman, dan komitmen.
4. Stabilisasi: Hubungan menjadi lebih stabil dan terprediksi, dengan peran dan harapan yang jelas.
5. Komitmen Jangka Panjang: Keputusan untuk membangun masa depan bersama dan menghadapi tantangan yang mungkin timbul.
Pengaruh Cinta pada Perilaku
– Altruisme: Cinta dapat mendorong perilaku altruistik, seperti membantu dan mendukung pasangan tanpa mengharapkan imbalan.
– Pengorbanan: Orang yang mencintai seringkali bersedia berkorban untuk kebahagiaan pasangannya.
– Perubahan Identitas: Dalam hubungan yang erat, identitas individu dapat menyatu dengan identitas pasangan, menciptakan “identitas kita”.
– Regulasi Emosi: Pasangan dapat saling membantu mengatur emosi dan mengatasi stres.
– Dukungan Sosial: Hubungan cinta memberikan dukungan sosial yang penting, yang berkontribusi pada kesehatan mental dan fisik.
Memahami psikologi cinta dan ketertarikan dapat membantu kita menjalin hubungan yang lebih sehat, memuaskan, dan bermakna.