finnews.id – Novel Bamukmin Menegaskan: Materi “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono Masih jadi Persoalan Serius
Habib Novel Chaidir Hasan, yang lebih dikenal sebagai Novel Bamukmin, salah satu tokoh Persaudaraan Alumni 212, telah tegas menegaskan bahwa materi stand-up comedy “Mens Rea” milik komika Pandji Pragiwaksono masih menjadi persoalan yang perlu diperiksa secara hukum. Hal ini muncul setelah Novel melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada Januari 2026 atas dugaan penistaan agama.
Laporan Polisi Berdasarkan Materi yang “Menyinggung Agama”
Novel Bamukmin menyatakan bahwa langkah melaporkan Pandji tidak dilakukan sembarangan. Ia menyoroti beberapa bagian materi “Mens Rea” yang dianggap menyentuh ranah keyakinan agama, terutama terkait pembicaraan tentang salat dan kriteria pemilihan pemimpin.
“Semua rangkaian sholat yang disinggung oleh Pandji, itu tidak boleh dibuat main-main,” tegas Novel saat memenuhi panggilan penyidik di Polda Metro Jaya pada 26 Januari 2026. Ia menambahkan, “Kebebasan berekspresi ada batasnya, terutama jika sudah menyentuh agama. Silahkan kritik pemerintah, tapi jangan sekali-kali menyentuh sara.”
Dalam laporannya dengan nomor LP/B/481/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya, Novel mengacu pada pasal 300 KUHP (tentang penistaan agama) dan Pasal 28 UU ITE 2024. Ia juga menurunkan bahwa materi Pandji telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan merendahkan martabat orang yang menjalankan kewajiban agama.
Novel: FPI Pernah Beri Toleransi Sebelum Laporkan
Sebelum melaporkan ke polisi, Novel mengungkapkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) sempat memberikan toleransi kepada Pandji selama 2×24 jam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Namun, menurutnya, tidak ada tanggapan yang memuaskan dari komika tersebut.
“Kami memberikan kesempatan, tapi tidak ada klarifikasi yang jelas. Akhirnya, laporan demi laporan terus masuk, dan saya menjadi pelapor ke-10 atau lebih,” ujar Novel dalam program Rakyat Bersuara di YouTube iNews pada 27 Januari 2026. Ia juga menyatakan bahwa laporan tersebut berdasarkan edaran FPI yang menekankan perlunya menjaga keamanan dan keadaban negara.