finnews.id – Premier League dalam beberapa tahun terakhir melakukan pengetatan serius terhadap aturan peminjaman pemain. Jika sebelumnya klub-klub elite Inggris dapat meminjamkan pemain hampir tanpa batas, kini jumlah tersebut dibatasi secara jelas dan terukur. Tujuan utamanya adalah menjaga keseimbangan kompetisi serta mencegah praktik penimbunan pemain yang sempat menjadi polemik besar di sepak bola Inggris.
Saat ini, klub Premier League hanya diperbolehkan meminjamkan maksimal enam pemain senior ke klub luar negeri dalam satu waktu. Aturan ini berlaku secara aktif sepanjang musim dan tidak bergantung pada jendela transfer. Pembatasan tersebut menjadi titik balik penting setelah liga menilai bahwa sistem lama lebih menguntungkan klub besar dibandingkan klub menengah dan kecil.
Fenomena lama yang kerap dijadikan contoh adalah musim 2016–2017, ketika Chelsea menyetujui hingga 38 kesepakatan peminjaman pemain dalam satu musim. Situasi itu dianggap tidak sehat karena pemain lebih diperlakukan sebagai aset finansial ketimbang bagian dari proyek olahraga jangka panjang.
Batas Peminjaman ke Klub yang Sama
Selain membatasi jumlah total pemain yang dipinjamkan ke luar negeri, Premier League juga menetapkan aturan tambahan. Setiap klub hanya boleh meminjamkan maksimal tiga pemain ke klub yang sama di negara lain pada saat bersamaan. Kebijakan ini bertujuan mencegah satu klub memiliki pengaruh berlebihan terhadap komposisi skuad klub lain.
Dalam praktiknya, aturan ini juga menutup celah kerja sama eksklusif yang terlalu erat antara dua klub, terutama yang berada dalam satu jaringan kepemilikan atau memiliki hubungan bisnis yang kuat.
Isu Multi-Club Ownership dan Peminjaman Pemain
Aturan peminjaman pemain semakin sensitif sejak maraknya model kepemilikan multi-klub. Beberapa klub Premier League diketahui berada dalam struktur kepemilikan yang memiliki klub lain di luar Inggris, baik di Eropa maupun benua lain.
Pada November 2023, Premier League sempat menggelar pemungutan suara untuk memberlakukan larangan sementara peminjaman pemain antar klub yang berada di bawah kepemilikan yang sama. Sebanyak dua belas klub mendukung usulan tersebut, namun jumlah itu masih kurang dua suara dari syarat mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan agar aturan bisa disahkan.
Akibatnya, peminjaman pemain antar klub dalam jaringan kepemilikan yang sama masih diperbolehkan hingga saat ini, meski tetap berada dalam koridor pembatasan jumlah pemain dan pengawasan liga. Perdebatan ini mencerminkan kekhawatiran luas tentang potensi konflik kepentingan dalam kompetisi modern.