Home News Tragis! Siswa SD di Ngada NTT Bundir, Tinggalkan Surat Membuat Hati Menjerit
News

Tragis! Siswa SD di Ngada NTT Bundir, Tinggalkan Surat Membuat Hati Menjerit

Kasus anak bundir

Bagikan
Bagikan

finnews.idTragis! Siswa SD di Ngada NTT Bundir, Tinggalkan Surat Membuat Hati Menjerit

Tragedi menyayat hati melanda Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBS (10 tahun) ditemukan tewas dengan dugaan bunuh diri pada Kamis (29/1/2026). Korban yang duduk di kelas IV itu tergantung di dahan pohon cengkeh di dekat pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Kejadian ini semakin menyedihkan setelah ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada sang ibu.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga dan pihak berwenang, YBS terlihat murung sejak pagi hari sebelum kejadian. Sekitar pukul 08.00 WITA, dua warga mendapatinya duduk di bale-bale bambu di luar pondok dan tidak pergi ke sekolah. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WITA, seorang warga bernama Kornelis Dopo melihat sosok YBS tergantung di pohon cengkeh saat hendak pergi mengikat kerbau. Kornelis langsung meminta pertolongan dan menghubungi polisi.

Sebelumnya, YBS sempat menginap di rumah orang tuanya pada malam hari. Keesokan paginya, ia diantar oleh tukang ojek kembali ke pondok neneknya. Saat kejadian, neneknya tidak ada di tempat tinggal karena membantu memecahkan kemiri di rumah tetangga dan baru mengetahui kabar duka setelah diberitahu warga.

Surat Pilu untuk Sang Ibu

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat yang ditulis YBS menggunakan bahasa daerah Bajawa. Isi surat tersebut mengandung pesan perpisahan dan penghiburan kepada ibunya, dengan kalimat yang menyiratkan kekecewaan. Berikut sebagian isi surat yang dikutip dari sumber terpercaya:

 

“Kertas tii mama reti (surat untuk mama reti). Mama galo zee (mama pelit sekali). Mama molo ja’o galo mata mae rita ee mama (mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis). Molo mama (selamat tinggal mama).”

 

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, mengkonfirmasi surat itu benar ditulis oleh korban. Namun, pihak polisi belum dapat memastikan secara pasti penyebab kekecewaan YBS. Berbagai spekulasi muncul, salah satunya adalah korban kecewa karena permintaannya untuk membeli buku dan pena tidak dapat dipenuhi ibunya akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H: Polda Metro Jaya Kerahkan 1.810 Personel Amankan Jakarta

finnews.id – Menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah,...

News

Kapan Idulfitri 2026 Dirayakan? Cek Link Livestreaming Sidang Isbat di sini!

finnews.id – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat untuk menentukan 1...

News

Lonjakan Kendaraan Picu Buka Tutup Akses Masuk Tol MBZ Arah Cikampek

finnews. Id – PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) menerapkan rekayasa lalu...

News

Lebaran 2026 Kapan? Intip Jadwal Sidang Isbat, Lokasi, dan Prediksi Idul Fitri 1447 H

finnews.id – Momen yang paling dinantikan seluruh umat Muslim di Indonesia segera...