Dengan pengunduran diri masal itu persoalan kian rumit. Bisa hancur sampai fondasinya. Mengganti ketua OJK perlu prosedur yang panjang. Memakan waktu. Sampai lewat fit and proper test di DPR.
Lalu harus bagaimana mengatasi krisis saham di hari libur seperti ini secara cepat.
Jelaslah bahwa krisis harga saham muncul setelah lembaga pemeringkat asing, MSCI, mengeluarkan rapor merah untuk BEI. Lengkap dengan ancaman akan diturunkan kelasnya.
Betapa fakta itu kian menampar Presiden Prabowo: begitu sering Prabowo menghujat asing dan antek asing di pidato-pidato garangnya. Tiba-tiba ini ada asing yang terang-terangan menjatuhkan pasar modal Indonesia.
Maka Sabtu kemarin –dan Minggu hari ini– bola panas mondar-mandir liar di Jakarta. Di saat perdagangan bursa libur dua hari serangkaian ”kebakaran” terjadi di pasar modal Jakarta.
Ini adalah Sabtu-Minggu yang sangat menentukan. Hasilnya: baru bisa kita lihat Senin pagi besok. Seperti apa pasar merespons langkah di dua hari libur ini.
Menunggu pembukaan perdagangan saham Senin besok adalah momentum yang lebih mendebarkan dari bagaimana menemukan pembunuh anak wali kota dalam film terlaris Agak Laen: Menyalak Pantiku! (Dahlan Iskan)