Home Ekonomi Rumah Dibangun dari Sampah dan Aplikasi Rent-to-Own, Inovasi Perumahan Masa Depan di BTN Expo 2026
Ekonomi

Rumah Dibangun dari Sampah dan Aplikasi Rent-to-Own, Inovasi Perumahan Masa Depan di BTN Expo 2026

Bagikan
Bagikan

Sejumlah peserta menawarkan material bangunan alternatif dari berbagai jenis sampah selain plastik (Parongpong Raw Lab), cat tembok dari sekam padi (Agriya-Surabaya), hingga limbah kopi untuk menekan biaya konstruksi dan dampak lingkungan (Bell Living Lab-Bandung). Di sisi lain, Geoflood AI dari Palembang menawarkan teknologi AI untuk memetakan risiko banjir dan kondisi lahan sejak tahap awal, sehingga desain hunian dapat disesuaikan dengan karakter wilayah dan risiko iklim.

Kendan Maranatha, Program Manager dari Parongpong Raw Lab yang mengikuti kategori lomba House Value Chain Innovation mengatakan, pihaknya mengolah sampah-sampah residual non plastik menjadi material atau bahan bangunan maupun barang-barang berguna lainnya. Alasannya, kata Kendan atau akrab dipanggil Ken, sampah-sampah ini, seperti bekas jaring nelayan, ampas kopi, puntung rokok, cangkang kerang, ataupun karung semen, tidak memiliki industri daur ulangnya sendiri.

“Jadi konsep yang kami angkat adalah waste-to-material. Contohnya, produk kami yang bernama Oriplast berasal dari karung semen, ini bisa menjadi pengganti decking kayu dan mengurangi deforestasi,” jelasnya.

Ken berharap, BTN Housingpreneur dapat menjadi kesempatan bagi timnya untuk mengedukasi lebih banyak perusahaan tentang manfaat produk Parongpong Raw Lab, bahwa di balik sampah residual yang telah diolah tersebut terdapat keterlibatan banyak keluarga nelayan di pesisir. “Kami lebih menonjolkan social value dan environment value,” ujarnya.

Selain aspek konstruksi dan mitigasi risiko, sejumlah inovator juga menawarkan terobosan pada sisi akses kepemilikan. Salah satunya Ontoown (Bandung), aplikasi untuk skema rent-to-own dan hunian bertahap yang memungkinkan masyarakat, khususnya generasi muda dan masyarakat berpenghasilan terbatas, membangun kepemilikan rumah secara gradual dengan sistem sewa bulanan hingga nantinya memiliki cukup dana untuk membayar uang muka (down payment/DP) KPR. Pendekatan ini menjawab persoalan klasik keterjangkauan hunian tanpa mengorbankan kualitas dan keberlanjutan bangunan.

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Jelang Ramadan, Pemerintah Tekan Harga Minyakita Agar Kembali ke HET

Dengan penguatan distribusi, pengawasan harga di lapangan, serta peran aktif BUMN Pangan,...

BTN Expo 2026
Ekonomi

BTN Expo 2026 Resmi Dibuka! BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

Beragam UMKM kuliner Nusantara turut meramaikan BTN Expo 2026. Di antaranya Sate...

Para wisatawan pendaki mendirikan tenda di sekitar Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ekonomi

Perputaran Uang di Rinjani Tembus Rp182 Miliar Sepanjang 2025

“Pemanfaatan di kawasan konservasi lebih kepada jasa lingkungan, seperti wisata alam. Ini...

Menkeu Purbaya sebut BUMN Baru LEBIH CUAN dari Obligasi
Ekonomi

Purbaya: BUMN Baru LEBIH CUAN dari Obligasi

Langkah ini memperlihatkan arah baru kebijakan investasi pemerintah yang tidak hanya mengejar...