Home Ekonomi Jelang Ramadan, Pemerintah Tekan Harga Minyakita Agar Kembali ke HET
Ekonomi

Jelang Ramadan, Pemerintah Tekan Harga Minyakita Agar Kembali ke HET

Bagikan
Pemerintah tekan harga Minyakita
Bagikan

finnews.id – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, pemerintah mempercepat langkah pengendalian harga minyak goreng rakyat Minyakita.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga Minyakita mulai mengalami penurunan dan ditargetkan kembali ke Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter pada Februari 2026.

Upaya penekanan harga ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan minyak goreng tetap aman saat permintaan meningkat jelang puasa.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan penurunan harga Minyakita merupakan dampak langsung dari optimalisasi distribusi serta penguatan peran BUMN Pangan.

“Kami mewajibkan seluruh produsen Minyakita menyalurkan minimal 35 persen produksinya ke Bulog dan IDFOOD. Kebijakan ini tertuang dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2026, dan hasilnya sudah mulai terlihat dari penurunan harga di pasaran,” ujar Iqbal di Jakarta, Kamis.

Harga Minyakita Mulai Melandai

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga rata-rata nasional Minyakita pada pekan lalu masih berada di kisaran Rp16.800 per liter. Kini, harga tersebut tercatat turun menjadi sekitar Rp16.500 per liter.

Meski belum sepenuhnya menyentuh HET, pemerintah menilai tren ini sebagai sinyal positif bahwa distribusi Minyakita semakin lancar dan pasokan mulai merata.

“Jika distribusi terus berjalan optimal, kami optimistis akhir Februari harga Minyakita sudah kembali sesuai HET Rp15.700 per liter,” jelas Iqbal.

Iqbal menegaskan Minyakita merupakan produk minyak goreng khusus yang disiapkan pemerintah untuk melindungi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Selain Minyakita, pasar minyak goreng nasional juga diisi oleh produk premium dan merek sekunder.

Secara nasional, konsumsi minyak goreng mencapai sekitar 250 ribu ton per bulan. Dari jumlah tersebut, Minyakita difokuskan untuk rumah tangga sederhana dan pelaku UMKM, khususnya usaha kuliner yang sangat bergantung pada kestabilan harga minyak goreng.

Stabilisasi Harga Jadi Fokus Jelang Puasa

Kemendag menegaskan stabilisasi harga Minyakita menjadi prioritas utama menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, mengingat periode ini kerap diiringi lonjakan kebutuhan bahan pokok.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
BTN Expo 2026
Ekonomi

BTN Expo 2026 Resmi Dibuka! BTN Perkuat Peran Sebagai Bank Modern Lewat Ekosistem Terintegrasi

finnews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus bertransformasi dengan...

Para wisatawan pendaki mendirikan tenda di sekitar Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ekonomi

Perputaran Uang di Rinjani Tembus Rp182 Miliar Sepanjang 2025

finnews.id – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat mencatat...

Menkeu Purbaya sebut BUMN Baru LEBIH CUAN dari Obligasi
Ekonomi

Purbaya: BUMN Baru LEBIH CUAN dari Obligasi

Finnews.id – Pemerintah mulai menggeser strategi pengelolaan dana besar milik negara. Menteri...

Harga Emas Antam Hari Ini (23 Juni 2025) Naik Lagi, Saatnya Jual atau Beli?
Ekonomi

PECAH REKOR! Harga Emas Antam Gila-gilaan, Kini Tembus Rp3,1 Juta Per Gram

finnews.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan...