finnews.id – Mitos Imlek: Kepercayaan, Makna, dan Fakta di Baliknya
Imlek atau Tahun Baru Tionghoa bukan sekadar perayaan pergantian tahun berdasarkan kalender lunar. Di balik kemeriahan lampion merah, barongsai, dan angpao, Imlek juga sarat dengan berbagai mitos yang dipercaya turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa. Mitos-mitos ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mengandung pesan moral, harapan, dan filosofi hidup.
1. Warna Merah Pembawa Keberuntungan
Salah satu mitos paling populer dalam perayaan Imlek adalah keyakinan bahwa warna merah membawa keberuntungan dan mampu mengusir roh jahat. Kepercayaan ini berakar dari legenda monster Nian yang takut pada warna merah, api, dan suara keras. Karena itulah, saat Imlek rumah-rumah dihiasi ornamen merah, petasan dinyalakan, dan masyarakat mengenakan pakaian bernuansa merah.
2. Pantangan Menyapu dan Membuang Sampah
Pada hari pertama Imlek, banyak orang Tionghoa meyakini bahwa menyapu atau membuang sampah dapat menghilangkan rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Oleh sebab itu, aktivitas bersih-bersih biasanya dilakukan sebelum malam tahun baru Imlek, sebagai simbol membuang kesialan tahun sebelumnya.
3. Larangan Mengucapkan Kata-Kata Negatif
Mitos lain yang cukup kuat adalah larangan mengucapkan kata-kata kasar, sedih, atau bernada negatif saat Imlek. Kata-kata diyakini sebagai doa, sehingga ucapan buruk dianggap dapat membawa kesialan sepanjang tahun. Sebaliknya, ucapan penuh harapan, doa baik, dan kebahagiaan sangat dianjurkan.
4. Angpao untuk Mendatangkan Berkah
Pemberian angpao tidak hanya dimaknai sebagai berbagi rezeki, tetapi juga diyakini sebagai simbol penolak bala dan pembawa berkah. Angpao umumnya diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau mereka yang belum menikah, dengan harapan penerima mendapatkan kebahagiaan dan umur panjang.
5. Makanan Pembawa Makna Khusus
Dalam tradisi Imlek, makanan juga sarat mitos dan simbol. Ikan melambangkan kelimpahan, mi panjang umur melambangkan usia yang panjang, dan kue keranjang melambangkan keharmonisan serta peningkatan rezeki. Setiap hidangan dipercaya membawa doa baik bagi keluarga yang menyantapnya.