finnews.id – Pemakaian Cincin Tunangan di Jari Sebelah Mana?
Cincin tunangan merupakan simbol komitmen awal antara dua orang yang berniat melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya: cincin tunangan sebaiknya dipakai di jari sebelah mana? Jawabannya ternyata tidak tunggal, karena dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan kebiasaan masing-masing pasangan.
Makna Cincin Tunangan
Sebelum membahas letaknya, penting memahami makna cincin tunangan. Cincin ini melambangkan keseriusan, janji, serta ikatan emosional sebelum akad atau pemberkatan pernikahan dilakukan. Berbeda dengan cincin nikah yang bersifat final, cincin tunangan menandai masa persiapan menuju pernikahan.
Cincin Tunangan di Jari Manis Kiri
Di banyak negara Barat, cincin tunangan umumnya dikenakan di jari manis tangan kiri. Tradisi ini berasal dari kepercayaan Romawi kuno tentang vena amoris atau “urat cinta” yang diyakini langsung terhubung ke jantung. Meski secara medis tidak terbukti, makna simbolisnya tetap bertahan hingga kini.
Di Indonesia, kebiasaan ini juga cukup populer, terutama di kalangan masyarakat perkotaan yang terpengaruh budaya Barat. Banyak pasangan memilih jari manis kiri karena dianggap romantis dan sudah umum dikenal.
Cincin Tunangan di Jari Manis Kanan
Sebagian budaya dan negara lain justru mengenakan cincin tunangan di jari manis tangan kanan. Di beberapa wilayah Eropa Timur, Rusia, Jerman, serta sebagian negara Asia, tangan kanan dianggap lebih sakral dan melambangkan kekuatan serta kebaikan.
Di Indonesia sendiri, penggunaan tangan kanan juga sering ditemui, terutama karena tangan kanan identik dengan sopan santun dan nilai religius. Beberapa orang memilih jari manis kanan untuk membedakannya dengan cincin nikah yang kelak akan dipindahkan ke tangan kiri.
Tradisi Lokal dan Kepercayaan
Dalam adat tertentu di Indonesia, aturan pemakaian cincin tunangan bisa sangat fleksibel. Tidak sedikit pasangan yang mengikuti saran orang tua atau adat keluarga. Ada pula yang tidak terlalu mempersoalkan jari mana yang digunakan, selama makna dan niatnya tetap terjaga.