finnews.id – Makna Festival Lampion saat Imlek
Festival Lampion merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Festival ini biasanya dirayakan pada hari ke-15 penanggalan kalender lunar, sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian perayaan Imlek. Dalam budaya Tionghoa, Festival Lampion dikenal dengan sebutan Yuan Xiao Jie atau Cap Go Meh, yang sarat dengan nilai sejarah, spiritual, dan sosial.
Asal-usul Festival Lampion
Festival Lampion telah dirayakan sejak lebih dari 2.000 tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti Han. Awalnya, festival ini berkaitan dengan ritual penghormatan kepada dewa-dewa dan leluhur. Lampion dinyalakan sebagai simbol penerangan jalan bagi roh-roh baik serta sebagai ungkapan doa agar kehidupan masyarakat selalu diterangi keberuntungan dan kebahagiaan.
Seiring perkembangan zaman, Festival Lampion tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga perayaan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Makna Simbolis Lampion
Lampion memiliki makna simbolis yang sangat mendalam dalam budaya Tionghoa. Cahaya lampion melambangkan harapan, kebijaksanaan, dan masa depan yang cerah. Warna merah yang dominan pada lampion dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, serta mampu mengusir energi negatif.
Bentuk lampion pun beragam, mulai dari bulat, naga, bunga, hingga karakter shio. Setiap bentuk memiliki makna tersendiri, seperti kemakmuran, umur panjang, dan keharmonisan keluarga.
Simbol Persatuan dan Keharmonisan
Festival Lampion juga menjadi simbol persatuan. Pada malam perayaan, keluarga dan masyarakat berkumpul untuk menikmati keindahan lampion, pertunjukan seni, serta berbagai kuliner khas. Momen ini memperkuat hubungan kekeluargaan dan sosial, sekaligus menciptakan suasana harmonis di tengah masyarakat.
Di masa lalu, Festival Lampion bahkan menjadi ajang pertemuan sosial, terutama bagi kaum muda, untuk saling mengenal dan mempererat hubungan.
Tradisi dan Kegiatan Khas
Beberapa tradisi yang identik dengan Festival Lampion antara lain:
- Menyalakan dan menerbangkan lampion, sebagai simbol pelepasan harapan dan doa.
- Tebak-tebakan pada lampion, yang melambangkan kecerdasan dan kebijaksanaan.
- Menyantap yuanxiao atau tangyuan, bola-bola ketan berisi manis yang melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.
Tradisi-tradisi ini masih lestari hingga kini, termasuk di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki komunitas Tionghoa.