Pemulihan infrastruktur dasar juga menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya pada sektor kelistrikan. Di Provinsi Aceh, kurang dari satu persen wilayah masih dalam tahap pemulihan. Sementara itu, layanan listrik di Provinsi Sumatera Utara telah pulih hingga 99 persen dan di Provinsi Sumatera Barat sudah menyala sepenuhnya.
Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ketiga provinsi tersebut juga telah kembali beroperasi. Selain itu, layanan internet di wilayah terdampak dilaporkan berjalan normal, disertai pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) yang relatif stabil.
Tito menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan energi dan layanan tersebut guna mendukung kelancaran aktivitas pendidikan serta kehidupan sosial masyarakat.
Dari sisi perekonomian, seluruh pasar di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beroperasi kembali secara penuh. Sementara di Provinsi Aceh, sekitar 65 persen pasar telah kembali beraktivitas, sedangkan sisanya masih dalam tahap pemulihan secara bertahap.
Meski demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan perhatian lanjutan, seperti jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang belum sepenuhnya pulih, jembatan yang masih bersifat sementara, serta kebutuhan normalisasi sungai di sejumlah wilayah terdampak.
Untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kemendagri telah membentuk posko pemantauan di tingkat pusat maupun daerah.
“Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh. Meskipun di Sumatera Utara, di Medan, Sumatera Barat juga mereka membentuk posko tingkat provinsi,” tambahnya.