Berbeda dengan patin, ikan gabus masuk dalam kategori ikan bernilai jual tinggi. Permintaannya kuat, terutama untuk kebutuhan kesehatan dan konsumsi tertentu.
Keunggulan Ikan Gabus:
- Harga jual relatif mahal, bisa dua hingga tiga kali lipat ikan patin.
- Permintaan khusus dan konsisten, terutama untuk pasar kesehatan.
- Daya tahan tubuh kuat, relatif lebih tahan penyakit.
Kekurangan Ikan Gabus:
- Pertumbuhan lebih lambat, waktu panen bisa mencapai 8–12 bulan.
- Sifat kanibal, sehingga membutuhkan manajemen ketat.
- Pakan berprotein tinggi, biaya produksi lebih mahal.
- Teknologi budidaya belum sepopuler patin.
- Ikan gabus menawarkan margin keuntungan besar per kilogram, namun menuntut ketelatenan dan pengalaman lebih.
Perbandingan Ikan Patin dan Ikan Gabus
Waktu Panen
- Ikan patin: 5–6 bulan
- Ikan Gabus: 8–12 bulan
Harga Jual
- Ikan Patin: Menengah
- Ikan Gabus: Tinggi
Modal Awal
- Ikan Patin: Menengah–Besar
- Ikan Gabus: Kecil–Menengah
Risiko
- Ikan Patin: Relatif rendah
- Ikan Gabus: Lebih tinggi
Target Pasar
- Ikan Patin: Massal
- Ikan Gabus: Niche/kesehatan
Lebih Prospek Untung yang Mana?
Jika dilihat dari sisi bisnis, jawabannya sangat bergantung pada strategi dan kapasitas peternak.
Ikan patin lebih prospek untuk usaha jangka panjang yang mengandalkan kestabilan dan volume produksi.
Ikan gabus lebih menarik bagi peternak yang membidik margin besar, meski risikonya lebih tinggi.
Bagi pemula, patin dinilai lebih aman dan mudah dikembangkan. Sementara bagi peternak berpengalaman, gabus bisa menjadi komoditas premium yang menguntungkan.
Ikan patin unggul dari sisi kecepatan panen dan kestabilan usaha, sedangkan ikan gabus unggul dari sisi harga jual dan nilai ekonomi tinggi. Keduanya sama-sama menjanjikan, selama dikelola dengan perencanaan yang matang.
Menentukan pilihan antara patin atau gabus bukan soal mana yang lebih hebat, melainkan mana yang paling sesuai dengan modal, pengalaman, dan target pasar peternak.