Target PNBP BPH Migas Naik Jadi Rp1,29 Triliun
Dari sisi penerimaan negara, BPH Migas menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp1,29 triliun pada 2026. Target ini meningkat dibandingkan capaian 2025 yang sebesar Rp1,01 triliun.
Kenaikan target PNBP ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kinerja sektor hilir migas, seiring dengan penguatan pengawasan dan optimalisasi penyaluran energi nasional.
Realisasi Penyaluran BBM Subsidi 2025 di Bawah Target
BPH Migas juga membeberkan realisasi penyaluran BBM subsidi sepanjang 2025 yang secara umum berada di bawah kuota APBN. Kondisi ini justru membawa dampak positif berupa penghematan anggaran negara.
Rinciannya, penyaluran Pertalite pada 2025 mencapai 28,06 juta kl, atau 89,86% dari target APBN sebesar 31,23 juta kl.
Sementara itu, penyaluran solar mencapai 18,41 juta kl, setara 97,49% dari target 18,88 juta kl.
Adapun penyaluran minyak tanah mencapai 507.944 kl, atau 96,75% dari target APBN 2025 yang sebesar 525.000 kl.
Negara Hemat Hampir Rp5 Triliun
Dengan realisasi yang lebih rendah dari kuota, pemerintah berhasil mencatat penghematan anggaran BBM subsidi dan kompensasi sebesar Rp4,98 triliun sepanjang 2025.
“Bahwasannya BPH Migas telah mengawal dengan baik distribusi, semua lancar, dan terdapat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara 2025 sebesar Rp4,98 triliun,” ungkap Wahyudi.
Penghematan tersebut berasal dari beberapa pos, antara lain:
-
JBKP Pertalite: hemat 3.166.588 kl atau setara Rp2,75 triliun
-
JBT Solar: hemat 473.634 kl atau sekitar Rp2,11 triliun
-
JBT Minyak Tanah: hemat 17.056 kl atau setara Rp122 miliar