FINNEWS.CO.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) resmi menetapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan penugasan untuk tahun 2026.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah turunnya kuota bahan bakar khusus penugasan (JBKP) Pertalite yang kini ditetapkan sebesar 29,27 juta kiloliter (kl).
Angka tersebut turun 6,28% dibandingkan kuota 2025 yang mencapai 31,23 juta kl. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga efisiensi penyaluran BBM subsidi sekaligus mengendalikan beban anggaran negara.
Tak hanya Pertalite, kuota bahan bakar tertentu (JBT) jenis solar juga mengalami penurunan pada 2026. BPH Migas menetapkan kuota solar sebesar 18,64 juta kl, atau turun 1,32% dibandingkan 2025 yang mencapai 18,88 juta kl.
Sementara itu, kuota minyak tanah justru mengalami kenaikan tipis. Pada 2026, kuota minyak tanah ditetapkan sebesar 526.000 kl, naik 0,19% dibandingkan 2025 yang sebesar 525.000 kl.
Ketua BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa penetapan kuota ini telah melalui kajian kebutuhan serta evaluasi realisasi penyaluran tahun sebelumnya.
“Kami BPH telah menetapkan penyaluran kuota JBT dan JBKP tahun 2026 untuk minyak tanah 526.000 kiloliter, kemudian minyak solar 18.636.500 kiloliter, kemudian JBKP Pertalite 29.267.947 kiloliter,” ujar Wahyudi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Target BBM Satu Harga Terus Digenjot
Selain menetapkan kuota BBM, BPH Migas juga memaparkan target penguatan program BBM Satu Harga, terutama untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pada 2026, BPH Migas menargetkan penambahan 55 lembaga penyalur BBM Satu Harga. Dengan tambahan tersebut, target kumulatif sejak 2017 hingga 2026 diharapkan mencapai 654 lembaga.
Tak hanya dari sisi pembangunan, pengawasan operasional juga diperkuat. BPH Migas menargetkan tambahan 71 lembaga pengawasan operasional BBM Satu Harga, sehingga total pengawasan kumulatif hingga 2026 juga mencapai 654 lembaga.
Di sektor gas bumi, BPH Migas menargetkan pembangunan tambahan ruas transmisi dan distribusi gas bumi sepanjang 50 kilometer pada 2026.
Dengan demikian, total panjang jaringan gas bumi nasional ditargetkan mencapai 22.868 km hingga akhir 2026.
Sementara itu, volume pengangkutan dan niaga gas bumi melalui pipa ditargetkan mencapai 1,51 miliar standar kaki kubik per hari (MSCF) pada 2026.
Target ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih bersih dan efisien.